Sekilas Info :

Senin, 23 Juli 2012

Inflasi di Bulan Ramadhan Meningkat

PONTIANAK, (SUARA LSM) - Tarikan permintaan yang meningkat membuat inflasi di Kota Pontianak pada Bulan Ramadhan meningkat. Pengamat Ekonomi dari Untan mengatakan kenaikan harga barang wajar saja terjadi karena adanya peningkatan belanja masyarakat. “Kalau saya lihat dari data BPS, memang inflasi kota Pontianak cukup tinggi,” ujar Eddy Suratman. 

Ada sisi inflasi, secara tahunan, Kalimantan Barat tercatat mengalami inflasi sebesar 5,83% (yoy) pada triwulan I-2012 lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan IV-2011 yang mencapai 5,22% (yoy).  Inflasi tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,9 %. Inflasi tahunan tersebut bersumber dari inflasi Kota Pontianak sebesar 6 %.  Inflasi di Kota Pontianak 2 kali lebih tinggi dari inflasi secara nasional. “Artinya harga-harga di Pontianak ini 2 kali inflasi nasional,” ujar Eddy. Inflasi dipicu oleh kenaikan harga komoditas berbagai bahan makanan khususnya beras, ikan segar, daging sapi, cabe rawit, dll. 

Selain makin meningkatnya tarikan permintaan, inflasi juga di Pontianak juga disebabkan oleh buruknya infrastruktur, seperti jalan. Karena banyak jalan yang rusak sehingga proses pengangkutan barang menjadi terkendala. Dampaknya adalah penambahan biaya pengiriman barang sehingga harga barang ketika sampai pada konsumen menjadi lebih mahal.  Kondisi pelabuhan juga memberikan sumbangan pada tingginya angka inflasi. “Kita tahu pelabuhan kita itu sangat tergantung pada pasang surut air. Sehingga seringkali pengiriman barang terhambat. Ini menyebabkan juga kenaikan harga barang,” ujarnya. 

Jadi inflasi yang tinggi di Pontianak itu adalah gabungan sejumlah factor. Pertama, tarikan permintaan yang tinggi. Terutama di bulan Ramadhan ini. kedua, tarikan biaya pengangkutan yang tinggi, dan juga problem infrastruktur.   Eddy Suratman memperkirakan, jika tidak dikendalikan inflasi pada bulan Ramadhan akan menembus angka 6,5. “Dalam jangka yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan operasi pasar. Tujuannya untuk mengendalikan harga. Jangan sampai inflasi terlalu tinggi,” ujarnya. Dalam jangka panjang yang perlu diperbaiki adalah kondisi infrastruktur. (net)

0 komentar:

Posting Komentar