Sekilas Info :

Rabu, 29 Agustus 2012

Anggaran Rp 1,4 Triliun, BIN Seharusnya Tidak Kecolongan


*Terkait Kerusuhan Sampang
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
Letjen TNI Marciano Norman
JAKARTA,  (SUARA LSM) - Badan Intelijen Negara (BIN) diminta untuk bekerja lebih optimal dalam mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat, seperti yang baru-baru ini terjadi di Sampang Madura.   Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar,  Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya BIN tidak lagi kecolongan untuk mengantisipasi konflik sosial.   Pada 2012 anggaran BIN cukup besar. Total anggaran BIN tahun 2012  mencapai Rp 1,4 triliun, dari Rp 1,2 triliun pada 2011. Dari total anggaran sebesar itu, anggaran  operasi intelijen Rp 378 miliar dan anggaran kontra intilejen sebesar Rp 223 miliar.   ”Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya, BIN tidak lagi kecolongan soal potensi kerusuhan di masyarakat. Kalau BIN masih kecolongan, publik akan mempertanyakan kinerja BIN karena anggaran operasional BIN berasal dari pajak rakyat.," jelas Zaki yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang di Jakarta, Selasa (28/8).   Menurutnya, diharapkan agar anggaran untuk operasi intelejen dan kontra intelejen bukan hanya untuk menjaga kepentingan pemerintah saja, tetapi juga untuk menjaga keamanan semua rakyat Indonesia.   Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai kasus di Sampang bisa terjadi karena intelejen lokal, meliputi intelejen kepolisian dan teritorial TNI belum bekerja optimal.   "Kalau intelejen bekerja benar dan baik, akan lebih bisa diantisipasi, dideteksi keganjilan yang ada di wilayah itu, " tuturnya.   Diungkapkan konflik di Sampang pernah terjadi sehingga pemerintah daerah pun seharusnya dapat melakukan antisipasi dengan lebih baik dan respon yang dilakukan bersifat tidak mendadak dan serta terlambat.   Yudhoyono menilai bentrokan terjadi karena penyelesaian peristiwa sebelumnya, 29 Desember 2011 tidak tuntas. Dia meminta tidak ada lagi respons yang terlambat dalam penanganan konflik. (SP) 

0 komentar:

Posting Komentar