Sekilas Info :

Senin, 06 Agustus 2012

Kapolres Kepergok Dugem

*Razia Hiburan Malam, 6 Orang Diamankan
MEDAN, (Suara LSM) - Dini hari kemarin (29/7), 4 tempat hiburan elit di Kota Medan dirazia petugas gabungan. Diduga menggunakan narkoba, 6 orang diamankan dari tempat berbeda. Dalam operasi itu, dugemnya seorang kapolres dan petinggi sebuah OKP terpaksa bubar.
Amatan wartawan, razia itu gabungan Satuan Narkoba Polresta Medan dengan Intel Polresta Medan, Sabhara dan juga Polisi Militer (PM). Keempat tempat yang dirazia itu di antaranya, Delta Jalan Juanda, Entrance Jalan Balaikota, Elegant Jalan Gatot Subroto dan Tobasa Jalan Imam Bonjol.
Dijelaskan Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Dony Alexander yang didampingi Kanit I Narkoba Polresta Medan, AKP Zupri Siregar, razia tersebut digelar dalam rangka Ramadhan. Agar umat Muslim tenang dalam menjalankan ibadah.
Delta Spa, Hotel dan Karaoke, Jalan Ir Juanda, Kecamatan Medan Kota, menjadi sasaran pertama. Seorang wanita yang tengah mabok berat terus mengoceh kepada wartawan seraya meminta agar potonya tidak diabadikan. Situasi itu membuat suasana jadi riuh.
Sementara di salah satu ruangan karaoke, petugas menemukan Kapolres Aceh Timur, AKBP Iwan Pratama yang sedang menikmati lagu dangdut. Di ruangan itu, AKBP Iwan bersama 2 pria Tionghoa dan 3 wanita berpasang-pasangan. Namun tak seorang pun diamankan dari gedung hotel berbintang 4 ini.
Dari sini, tim bergerak ke Entrance yang berlokasi di lantai pertama gedung Grand Aston, Jalan Balaikota. Ketika petugas masuk, salah seorang petinggi Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang akrab disapa Econ, terlihat keluar dengan dikawal anggotanya.
Begitu menggeledah pengunjung yang berada di dalam hall, petugas menemukan 5 butir happy five (H-5). Dua pria dan seorang wanita yang dekat dengan keberadaan obat terlarang itu diamankan untuk diperiksa.
Di salah satu ruangan karaoke, sempat terjadi keributan antara seorang wartawan TV lantaran diserang sekumpulan pedugem. “Hargai privasi orang. Kami nggak ada pake narkoba. Jangan kau rekam-rekam,” katanya membentak seraya mendorong tubuh si reporter dan memukul kameranya.
Akibat keributan itu, petugas kepolisan sempat kewalahan mendamaikan antara si wartawan TV One dengan Along Cs itu. Apalagi seorang pria cepak, bertubuh kekar yang satu-satunya berdarah pribumi, langsung mengusir tim razia dan menutup pintu.
Kemudian, razia berlanjut ke Elegant Jalan Gatot Subroto. Sepertinya razia sudah bocor. Pasalnya, saat petugas hendak masuk, para tamu sudah berhamburan keluar. Dari sini, tidak ada ditemukan narkoba.
Selanjutnya tim menuju Tobasa Club di lingkungan Hotel Danau Toba Int. Sama seperti di Elegant, para pengunjung sudah berhamburan keluar begitu petugas memasuki pelataran parkir.
Meski begitu, petugas terus menggelar pemeriksaan. Dari kandang yang ditempati 3 orang lelaki, didapat plastik yang diduga bekas pembungkus narkoba. Namuns saat ditanya Kasat Narkoba, Kompol Dony, seorang dari pria itu sempat bersitegang. “Saya masuk di sini mulai jam 12. Boleh tanya dengan manangernya. Bukan punya saya ini,” ucap pria bertubuh tambun ini dengan suara lantang.
Diduga tak senang dengan perkataan itu, mantan Kapolsek Medan Baru ini langsung memerintahkan anggotanya untuk memboyong si pria tambun tersebut ke komando guna proses lebih lanjut. “Kita bawa dulu. Terbukti atau tidak, itu nanti hasil pemeriksaan,” tandas Dony.
Sekitar pukul 03.00 WIB, razia pun usai dan kembali ke Lapangan Merdeka, depan Pos Lantas. Sedangkan keenam tersangka tersebut diboyong ke Polresta Medan guna menjalani pemeriksaan.
“Kita lakukan razia dan mengamankan 6 orang yang tengah mabuk berat berikut 6 butir happy five yang ditemukan di sekitar lokasi Entrance. Kita akan periksa,” katanya seraya memastikan tidak ada menemukan benda terlarang apa pun di ruang Karaoke Delta yang dikunjungi Kapolres Aceh Timur. (net)

0 komentar:

Posting Komentar