Sekilas Info :

Kamis, 09 Agustus 2012

Pencurian 8 Ton Minyak Mentah Digagalkan

PRABUMULIH, (SUARA LSM) - Aksi pencurian minyak mentah milik Pertamina masih saja terjadi. Kali ini, minyak milik pertamina EP Region Sumatera Prabumulih yang menjadi sasaran.
Caranya cukup rapi. Para pelaku memodifikasi truk bagian belakang menjadi ukuran balok untuk menampung minyak mentah curian sebanyak 8 ton. Namun, aksi para pencuri tersebut berhasil digagalkan oleh tim gabungan keamanan Pertamina yang memang sudah mengintai aksi mencurigakan sebuat truk dan mobil Xenia di kawasan Sinar Harapan, kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim Selasa  (31/7) sekitar pukul 23.00 wib.
Team gabungan keamanan Pertamina hanya berhasil mengamankan dua buah mobil yaitu mobil truk BG 8231 UH modifikasi berisikan 8 ton. Satunya lagi mobil Xenia B 8319 EZ yang diduga dipergunakan mengawal truk pencuri minyak.
Sementara keenam pelaku pencurian minyak berhasil melarikan diri, setelah mengetahui aksi mereka tercium team gabungan keamanan pertamina. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi pencurian minyak mentah itu,  berawal dari patrol rutin yang dilakukan oleh patroli keamanan Pertamina EP Region Sumatera-Prabumulih yang terdiri dari BKO dan security Pertamina.
Saat patroli melintasi wilayah Sinar Harapan, kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, team patrol melihat ada dua mobil yaitu truk dan xenia yang mencurigakan sedang berjalan beriringan. Karena itu team patrol mencoba untuk mengikuti kedua mobil tersebut dan melakukan penangkapan.
Asisten Manager Humas Pertamina EP Region Pertamina Sumatera-Prabumulih Echman SH didampingi staf humas Elly Chandra membenarkan pihaknya telah menangkap dua mobil yang diduga dipergunakan untuk mencuri minyak mentah milik pertamina. “Kendaraan truk yang digunakan kawanan pencuri minyak mentah itu sudah pernah ditangkap pada tahun 2011 truk. Bahkan sudah kita serahkan ke Polsek Lembak, tapi tidak tahu truk itu bisa lepas.”
Sementara itu, pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan dinas di Jawa-Bali mulai berlaku kemarin. Evaluasi pelaksanaan hari pertama mengarah pada satu kendala, stiker.
Kepala Pengawasan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Mayjen TNI (Purn) Karseno mengakui, distribusi stiker dalam program pembatasan BBM bersubsidi memang belum merata. “Mungkin itu yang membuat kendaraan dinas yang masih ada yang mengisi BBM bersubsidi,” ujarnya saat dihubungi tadi malam (1/8).
Sebagaimana diketahui, program pembatasan ini berlaku untuk kendaraan dinas pada instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan TNI/Polri. Semua kendaraan dinas tersebut harus ditempeli stiker “Mobil Ini Tidak Menggunakan BBM Subsidi”.
Meski demikian, kata Karseno, walaupun belum semua kendaraan dinas ditempeli stiker, namun tetap harus mematuhi aturan untuk tidak membeli BBM bersubsidi. “Jadi, kalau hari ini (kemarin, Red) masih ada yang nekat (membeli BBM bersubsidi), pasti dicatat oleh petugas SPBU,” katanya.
Menurut Karseno, dalam skema pengawasan program pembatasan BBM bersubsidi, laporan dari berbagai daerah akan mulai disampaikan ke BPH Migas setelah tiga hari pelaksanaan. “Kira-kira tanggal 4 Agustus, laporan baru masuk, setelah itu kita akan lakukan evaluasi awal,” ucapnya.
Namun, berdasar beberapa informasi sementara dari daerah, memang masih ditemukan adanya kendaraan dinas yang mengisi BBM bersubsidi. “Kan baru hari pertama, mudah-mudahan besok sudah makin baik,” ujarnya.
Lalu, bagaimana jika ada petugas SPBU yang justru mengisikan BBM bersubsidi atau Premium ke kendaraan dinas? Atau tidak mengingatkan pengendara kendaraan dinas agar membeli BBM nonsubsidi? “Harusnya, petugas SPBU mengingatkan. Tapi kalau ada yang lupa atau memang tidak mau mengingatkan, maka harusnya juga dilaporkan oleh supervisornya,” katanya.
Terkait dengan ketersediaan stiker, Karseno mengatakan, pemerintah sudah dalam proses mencetak. Namun, dia mengakui bahwa prosesnya membutuhkan waktu karena harus melalui proses tender sesuai mekanisme pengadaan barang di instansi pemerintah. “Mudah-mudahan dalam waktu dua minggu ke depan sudah beres, sehingga bisa kami distribusikan,” ucapnya.(net)

0 komentar:

Posting Komentar