Sekilas Info :

Sabtu, 06 Oktober 2012

Bambang Widjojanto Sebut Polisi Sudah Lakukan Kriminalisasi

JAKARTA, (SUARA LSM) - Perlawanan terhadap pengungkapan kasus pengadaan simulator SIM yang melibatkan petinggi Polri masih terus terjadi. Indikasi ini terlihat dari upaya menangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bernama Komisaris Polisi Novel Baswedan di rumahnya di bilangan Jalan Kelapa Puan Timur II DD2 Nomor 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (5/10) malam.
Namun menurut petugas keamanan di Jalan Kelapa Puan yang tak bersedia disebutkan namanya, Novel yang tinggal pojok perempatan Jalan Kelapa Puan Timur II bersama keluarganya tak ditemukan.
Informasi yang diperoleh Harian Terbit Sabtu (6/10), Novel sudah tak menempati rumah tersebut sejak setahun lalu. Di rumah itu hanya terlihat ada dua kendaraan yaitu Toyota Kijang Innova hitam dengan plat nomor B 706 HLD dan Nissan X-Trail berwarna hitam.
Kompol Novel Baswedan sendiri adalah salah seorang penyidik kasus simulator yang memeriksa tersangka Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Novel juga ikut menggeledah markas Korps Lalu Lintas pada 31 Juli lalu.
Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu (6/10) dinihari, rumah Novel pernah didatangi polisi yang diduga berasal dari Detaseman Khusus 88 Antiteror. Mereka diduga pernah menekan dan meneror Novel.
Upaya menangkap penyidik KPK rupanya tak berhenti sampai disitu. Menurut Bambang Widjojanto anggota dari unit anti-teror Polri, Densus 88, ternyata dilibatkan dalam upaya Polri untuk menangkap Novel Baswedan di Gedung KPK lantaran yang bersangkutan menolak kembali ke Polri.
Dikatakan, beberapa petugas kepolisian dari Polres Bengkulu Jumat (5/10) malam menyambangi KPK dan berniat menjemput paksaNovel Bswedan. Ia dituduh menganiaya enam pencuri walet sehingga menyebabkan seorang meninggal pada 2004. Kala itu, Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal pada Polres di Polda Bengkulu.
“Mereka juga menggunakan bantuan Densus ketika mencoba menerobos rumah Novel dan juga penyidik-penyidik lainnya. Bahkan orang-orang yang dekat dengan Novel dan penyidik-penyidik lain yang bertahan di KPK juga kerap di intimidasi oleh petugas, kata Bambang.
Novel kata Bambang sebelumnya sempat diberi teguran keras karena dia mengaku bertanggung-jawab atas perbuatan yang dilakukan anak buahnya selaku Kasatserse di Polres Bengkulu dan dia sendiri tidak terlibat dalam penganiayaan yang mengakibatkan ada korban meninggal.
“Ini jelas kriminalisasi terhadap KPK. Surat penangkapannya pun tidak ada nomornya,” tegas mantan Ketua YLBHI itu. Bambang sendiri mengkritik sikap Polri yang mengirim sedikitnya dua kompi pasukan polisi tak berseragam untuk mengepung KPK, berdasarkan informasi yang diperolehnya
Menurut Bambang Widjojanto, saat ini Nove Baswedan beserta keluarganya sudah berada di tempat yang aman. Sejauh ini pimpinan KPK akan melindungi penyidiknya sekuat tenaga dan akan pasang badan untuk mereka.
Polri Membantah
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membantah melakukan pengepungan rumah Kompol Novel Baswedan di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara pada Jumat (5/10) malam.
“Tidak benar ada pengepungan rumah Novel,” kata kata Dirkrimum Polda Bengkulu, Kombes Dedy Irianto di Mabes Polri Jakarta, Sabtu (6/10) dini hari.
Dedy menjelaskan juga bahwa kedatangan beberapa anggota Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya bukan untuk menangkap Novel tapi untuk menyampaikan surat pemberitahuan untuk melakukan koordinasi.
“Kami datang dari Bengkulu bersama tiga orang penyidik dan dibantu dari penyidik Polda Metro Jaya dalam rangka untuk berkoordinasi karena ada kasus kebetulan yang bersangkutan bertugas di KPK,” jelas Dedy.
Dedy mengatakan bahwa saat datang ke KPK pada pukul 19.30 WIB dan diperlakukan sebagai tamu bukan sebagai penyidik dan diterima oleh pegawai KPK yakni Anhar dan Dani. “Selanjutnya oleh Pak Anhar dan Pak Dani dikatakan bahwa Pimpinan KPK sedangdalam perjalanan dan kami menunggu hampir dua jam,” katanya.
Setelah menunggu hampir dua jam, petugas tersebut mengatakan bahwa Pimpinan KPK sudah di atas dan selanjutnya sudah ramai para wartawan dan para pengiat anti korupsi di halaman gedung KPK, kata Dedy. (TIM)

0 komentar:

Posting Komentar