Sekilas Info :

Kamis, 31 Januari 2013

Aktivis Wong Cilik, Muhamad Huda Mengadvokasi Petani Jambi

JAKARTA, (SUARA LSM) - Mantan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Mohamad Huda aktif mengadvokasi kasus rakyat kecil. Sudah belasan tahun dia terlibat. Banyak kasus yang ditanganinya. Salah satunya kasus warga tanah merah, Plumpang Jakarta Utara menuntut diberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Saat ini, lulusan fakultas ekonomi Universitas Darul Ulum Jawa Timur sedang mengadvokasi petani Jambi yang demonstrasi, menginap di depan Kementerian Kahutanan menuntut penyelesaian kasus sengketa lahan.
Apa kegiatan rutin Huda selain di dunia pergerakan? Lelaki berusia 32 tahun ini menjawab tidak memiliki kegiatan rutin lain. Menurutnya, mengadvokasi kasus rakyat merupakan kegiatan utamanya. Kegiatan tersebut cukup memakan waktu sehingga sulit baginya melakukan kegiatan lain.
Dia menuturkan, sampai saat ini dia masih menjadi Ketua Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu. (FKTMB). “Walaupun mereka sudah diberikan KTP, kami masih membantu. Misalnya, saat ini kami sedang melakukan penggalangan bantuan untuk warga yang menjadi korban banjir,” kata Huda di Jakarta baru-baru ini.
Ada dua RW di Tanah Merah yang mengalami banjir cukup parah.
Dia menceritakan rasa bahagianya berhasil membantu warga tanah merah mendapatkan KTP. Menurutnya, mendapatkan KTP bagi masyarakat lain sangat mudah tetapi tidak bagi warga Tanah Merah. Warga tidak memiliki KTP sekitar 50 tahun. Itu terjadi karena pemerintah mengagangap warga tanah merah menempati lahan yang bersengketa. Padahak berdasarkan aturan hokum semua warga berhak mendapatkan kartu identitas.
Saat ditanya alas an mengadvokasi petani Jambi, Huda menjelaskan, nasib petani cukup menyedihkan. Mereka tidak bias bertani karena lahahannya diambil alih perusahaan perkebunan.
“Saya tergerak turun. Selain untuk membantu petani juga untuk mendesak pemerintah selesaikan semua konflik agraria yang kini sudah semakin marak,” katanya.
Dia berharap pemerintah melaksanakan perintah UUD 45 dan reforma agrarian. (HT)              

0 komentar:

Posting Komentar