Sekilas Info :

Minggu, 20 Januari 2013

Kabupaten Kendal, Tawarkan Potensi, Serap Tenaga Kerja

Anggota DPR RI dan Bupati Kendal meninjau infrastruktur pelabuhan Kendal 
Pembangunan infrastruktur dikembangkan, bahkan melibatkan pihak swasta melalui konsep Public Private Partnership.  

Bunga dunia atau Sekaring Jagad, buka semata slogan yang didepankan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, saat merayakan hari jadinya yang ke-407 tahun pada 28 Juli lalu. Makna yang tersirat tentu saja berkaitan dengan kiprah kabupaten ini memiliki kontribusi dalam pembangunan nasional. Terpandang pula di kancah internasional.
Bupati Kendal dr. Widya Kandi Susanti, MM, CD, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perekonomian  dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan peluang dan berbagai kemudahan bagi calon investor. Dengan telah ditetapkannya Perda No. 26 Tahun 2011 tentang Percepatan Investasi Kabupaten Kendal, kalangan eksekutif dan legislatif seia sekata dan bertekad mewujudkan Kendal yang berdaya saing dan menjadi salah satu tujuan utama dalam berinvestasi di Jawa Tengah Pemkab Kendal menawarkan berbagai kemudahan terhadap para investor antara lain dengan membebaskan pajak selama dua tahun, serta menyediakan data dan informasi investasi sektor potensial dan peluang kemitraan, menyediakan sarana dan prasarana, menyediakan lahan dan lokasi pemberian bantuan teknis serta percepatan pemberian perizinan. “Kesempatan yang luas diberikan kepada para investor untuk mengembangkan usaha disini sehingga tenaga kerja pun terserap,” katanya.
Berbagai persiapan telah dilakukan Kabupaten Kendal untuk menjaring investasi. Saat ini, telah diresmikan dermaga pelabuhan, dan terus melakukan pembangunan infrastruktur pelabuhan. Nantinya pelabuhan tersebut tidak hanya disiapkan untuk pelabuhan penumpang, namun juga pelabuhan niaga bagi para pelaku usaha.
Selain itu, untuk menjaring dan meningkatkan investasi, Pemkab Kendal M00002beningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur pendukung investasi serta mendorong pihak swasta berpartisipasi dalam penyediaan infrastruktur melalui konsep PPP (public private partnership) serta penyediaan kawasan industri yang memadai.
Selain kemudahan investasi, Kendal kini makin gencar mempromosikan produk unggulan daerah.  Misalnya, olahan Bandeng Tandu (Tanpa Duri)  yang tengah kondang. Tidak hanya dikenal di daerah asalnya tapi sudah merambah ke seluruh Jawa dan luar Jawa.
Selain produk olahan makanan bandeng Tandu, Batik Kendal pun menjadi unggulan. Batik Kendal muncul kembali pada 2010, menurut Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, pertama kali dibuat oleh perajin batik asal Kampung Kapulisen, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, pada 1900-an.
Untuk melestarikan Batik Kendal, keterampilan membatik digalakkan di SD sampai SLTA. Tidak sebatas pendidikan formal tapi ibu-ibu dan renaja yang bermimat menjadi perajin Batik Kendal khas Kampung Kapulisen. Tidak kalah dengan batik daerah lain kini batik Kendal tidak hanya dibuat perajin Kecamatan Kaliwungu, tapi sudah berkembang di daerah lain di Kendal.
Masyarakat Kabupaten Kendal pun berbagga batik menjadi salah satu ikon daerah. Bahkan Pemkab Kendal mewajibkan PNS mengenakan Batik Kendal motif Pramesthi (dikasihi) dan motif Paramitha (bijksana) hasil desain Sang Bupati yang dikenakan setiap Jumat. (HT/Herry Suparman)  
     

0 komentar:

Posting Komentar