Sekilas Info :

Kamis, 10 Januari 2013

Sandra Dewi: Korupsi Itu Penyakit, Tepatnya Penyakit Menular...!


Pemain sinetron, model, dan bintang iklan Sandra Dewi pada Desember tahun lalu menyelesaikan shooting sinetron Putri Bidadari.Keberhasilan sinetron itu menembus 100 episode tentu tidak lepas dari kepopuleran Sandra sebagai salah seorang pemerannya.
Sandra Dewi kini lebih dikenal sebagai pemain film dan sinetron. Sejak ditawari pesan oleh sutradara Nia Dinata dan kemudian terlibat dalam film Quickie Express, perempuan kelahiran Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, itu terus menapakkan langkahnya dalam dunia akting. Sejak itulah nama dan wajahnya langsung mendapat tempat di hati para penggemarnya yang disebut sebagai Sanders. Sandra pun menjadi pembawa acara dan penyanyi. Tidak hanya itu, naluri bisnis Sandra rupanya mendorong dia membuka bisnis online yang menyediakan berbagai aksesori.
***
Zaman remaja Sandra pasti tidak punya blog. Apa yang mendorong Sandra untuk nge-blog?(Elizabeth Raisa Tanawi, Kotabaru Parahyangan, Padalarang)
Saya suka ngobrol dan berbagi cerita dengan teman-teman saya. Saya termasuk orang yang terbuka. Salah satu cara untuk ngobrol dan berbagi dengan penggemar saya memilih dengan sharing di blog. Ini mendekatkan hubungan kami dan juga menyadari mereka bahwa saya juga sama seperti mereka, seorang gadis pada umumnya. Karena di blog saya tidak bercerita tentang privillege saya sebagai seorang artis saja, tetapi terkadang kisah sedih personal juga.
Akhir-akhir ini banyak kasus kriminal menimpa artis kita, mulai penganiayaan sampai narkoba. Menurut Sandra Dewi, bagaimana soal ini? (Dhina Mustikaningrum, Malang)
Saya sangat bersimpati terhadap korban dan berharap hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi di negara kita. Peristiwa seperti itu seperti wake up call buat kita. Terkadang Tuhan membukakan mata kita juga dari kejadian orang sekitar.
Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi harus punya moral compass, jangan pernah terpengaruh hal-hal negatif dalam pertemanan ataupun hubungan lainnya. Jadilah sebagai contoh baik di lingkungan di mana pun kita berada. Selalu ingat apabila sampai hal negatif menimpa kita, keluarga juga turut bersedih bersama kita.
Bagaimana Sandra Dewi menyiasati diri dengan jadwal yang padat? Apalagi membintangi sinetron kejar tayang, kesulitan terberat apakah yang dihadapi saat bermain di Putri Bidadari karena ini merupakan sinetron yang dahulu sukses dan dinanti pemirsa televisi Indonesia? (Yandi Wijaya, Jakarta)
Saya suka bekerja. It’s all about having fun.
Saya sama sekali tidak merasa terbebani dengan bekerja, malah ini hobi saya. Namun, dalam 11 bulan bekerja dengan jadwal yang padat, saya harus menyiasati agar tetap seimbang.
Minggu pagi saya tetap ke gereja bersama keluarga dan makan siang bersama setelahnya. Setelah itu barulah saya kembali shooting. Dan saya harus punya satu bulan untuk liburan supaya saya kembali fresh.
Bisa diceritakan sedikit pengalaman ”paling buruk” yang didapat selama berkarier di dunia entertainment? (Femi Noviyanti, Jepara)
Pekerjaan saya berkat rezeki yang baik, banyak kenal sama orang, serta banyak kemudahan dan prioritas. Namun tetap ada harga yang harus saya bayar. Waktu pribadi saya tidak seperti orang pada umumnya, lebih berhati- hati dalam bertingkah laku dan mengambil keputusan karena akan banyak orang akan memperhatikan kita.
Mbak Sandra memilih mana, menikah dengan pengusaha sukses atau politisi populer? (Mala Hayati, Tangerang, Banten)

Saya memilih menikah dengan pengusaha, he-he. Saya enggak pernah membayangkan menikah sama politisi, he-he.

Mbak Sandra Dewi, sudah sekian lama berkarier. Apa masih ada obsesi yang belum sempat terlaksana pada tahun 2012? (Reza Febriyan P, Kota Banjar, Jawa Barat)
Semua target terlaksana. Saya kontrak dengan beberapa produk untuk menjadi brand ambassador, sinetron, film, host off air. Saya juga liburan ke London, kota yang tidak pernah saya kunjungi.
Semua orang pasti melihat Kak Sandra itu masih muda tetapi sukses. Pernah enggak Kak Sandra mengalami kegagalan, dan bagaimana cara Kak Sandra menghadapi kegagalan tersebut? (Nurul Makrifah, Bangkalan, Madura)
Pernah dong. Dulu sebelum dikenal sebagai artis film, sinetron, dan iklan, saya sering gagalcasting kok, he-he. Namun, saya banyak belajar dari kegagalan saya. Merasa kecewa sih, tetapi saya selalu mengingatkan diri saya kembali untuk tidak menyerah karena saya sudah di tengah jalan, sedikit lagi mencapai tujuan saya.
Apakah bidang entertainment yang memang menjadi cita-citamu? (Patricia A, Sunter, Jakarta)
Saya dibesarkan di Bangka. Saya sering menonton televisi. Di kamar saya suka meniru artis-artis berakting. Saya sering kepergok ngomong sendiri oleh keluarga saya, he-he. Saya belum sadar itu talenta saya karena dari kecil saya bercita-cita kerja menjadi bos di perusahaan besar, he-he.
Pengalaman seni peran Anda yang paling mengesankan itu saat bermain di film atau sinetron apa sih? (Tatik Triyanita, Yogyakarta)
Quickie Express adalah momen tak terlupakan seumur hidup saya. Untuk pertama kali saya diarahkan berakting oleh seorang sineas kenamaan, Nia Dinata, dan beradu akting dengan aktor-aktor dan aktris-aktris terkenal. Setengah mati saya mengumpulkan kekuatan percaya diri. Saya belajar supaya mampu berperan seperti yang diinginkan.
Setiap proyek sinetron dan film selalu berkesan untuk saya. Saya suka mereka mengingat saya sebagai seorang yang saya perankan dalam sebuah sinetron atau film. Itu salah satu ukuran kesuksesan saya.
Apa pendapatmu tentang korupsi yang merajalela di negeri ini? Maukah Sandra jadi Duta Antikorupsi Indonesia? (Aa Wahyudi, xxxx@gmail.com)
Korupsi itu penyakit, tepatnya penyakit menular. Untuk menghentikannya, harus ada kesadaran dari individual masing–masing. Saya sangat bersedia sekali menjadi duta hal-hal yang menyangkut kepentingan orang banyak seperti ini.
Bulan lalu, Sandra pergi ke Korea, apakah dalam rangka liburan atau terkait ”demam” Korea? Boleh bagi kiat enggak dalam menjaga kecantikan/kelembaban wajah soalnya wajahmu terlihat natural gitu, terkesan tanpa memakai make up. (Fitri Sabarudin, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan)
Saya selalu business trip kalau ke Korea. Selalu ada pekerjaan shooting. Tetapi saya selaluhappy. Saya merasa Korea adalah negara yang paling sering saya kunjungi. Selain sebagai duta Korean Tourism Organization, saya juga sering shooting iklan di sana. Terakhir saya shooting iklan produk kecantikan di sana.
Saya pakai pelembab yang sekaligus menjadi alas bedak saya, jadi natural. Ini juga yang saya dapati dari mempelajari kecantikan wanita Korea, yang selalu terlihat cantik dan natural.
Aktivitasmu begitu padat baik sebagai presenter dan bintang film. Namun, performance dan keanggunan Anda tetap terjaga dengan baik. Apa kiatnya?
Terus, akhir-akhir ini sinetron dan film Indonesia menuai banyak kritik. Tayangannya berbau kekerasan, dengan etika yang kurang sesuai budaya negara kita, bagaimana Mbak Sandra Dewi menanggapi hal ini? (Ngadi MM, Banjarnegara, Jawa Tengah)
Kuncinya harus bahagia. Bahagia saya dapatkan dari rasa bersyukur saya. Saya juga dimanajeri oleh adik sendiri yang begitu dekat dengan saya. Jadi, segala keputusan pekerjaan selalu di-sharing dengan saya. Dia mengerti saya luar dalam jadi tidak ada pekerjaan yang terpaksa saya terima.
Kita harus bijak juga dalam menilai sesuatu. Terkadang tidak boleh kita langsung menghakimi sebuah karya itu jelek karena mereka terlihat ekstrem dalam mengungkapkan isi kepala mereka. Namun, kalau karya itu merugikan negara, sangat disayangkan. Selain kita sebagai warga negara, siapa lagi yang akan membanggakan negara kita?
Apa yang menjadi motivasi mbak semenjak mulai berkarier hingga sukses seperti sekarang? (Rd Frans Hidayat, Serang, Banten)
Simple. Saya cuma mau hidup bahagia bersama keluarga saya. Mereka motivasi saya. Saya selalu bersama mereka. Untuk itu, saya selalu memprioritaskan liburan bersama keluarga saya. Karena dengan kesibukan kami sekeluarga—yang masing-masing mempunyai pekerjaan—sangat jarang untuk selalu bersama dalam waktu yang lama.
Bagaimana Sandra Dewi menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan jam kerja yang begitu padat? (Rini Nurul Hidayah, Jatinegara, Jakarta Timur)

Intinya, harus bahagia dengan pekerjaan. Jangan pernah merasa terbebani.
Kalau sudah bahagia, keseimbangan untuk kehidupan pribadi akan datang dengan mudah.

Selain kemolekan fisik dan kemampuan akting yang mumpuni, apakah kelebihan lain Anda?Bagaimana cara mengatasi kebosanan dan kejenuhan di lokasi shooting sehingga tetap tampil prima? (Ferry Dahsyat, xxxx@gmail.com)
Ha-ha, apa ya kelebihan saya? Mmm... saya jago nyetir! Saya otodidak lo. Sebelum menggunakan sopir pribadi, saya ke lokasi shooting dengan menyetir sendiri. Saya juga jago bahasa Korea karena saya les dan aksen Korea saya mirip sama orang Korea, he-he.
Untuk mengatasi kebosanan? Saya suka gadget dan saya enggak pernah lepas dari laptop, Ipad, dan mobile phone saya. Shopping pun saya lakukan secara online.

0 komentar:

Posting Komentar