Sekilas Info :

Kamis, 03 April 2014

Dampak Gempa Bumi Chile, Banten waspada Tsunami

SERANG,  Suara LSM Online  – Sejumlah warga di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang mulai menjauhi bibir pantai atau mengungsi ke tempat yang jauh lebih tinggi. Hal ini mereka lakukan menyusul imbauan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan status Waspada di wilayah Banten dampak dari gempa bumi berkekuatan 8.2 Skala Richter (SR) yang terjadi di lepas pantai Chile, Amerika Selatan yang bisa berimbas ke perairan Indonesia termasuk perairan Anyer, Banten.

"Kemarin malam, kami sekeluarga mulai mengungsi ke sini, Kareo (masih Kabupaten Serang). Tindakan ini ya untuk waspada saja, karena siapa yang tahu kondisi sebenarnya. Kami hanya ikut imbauan BNPB di televisi. Mudah-mudahan nggak ada-apa, karena informasinya tsunami masuk ke Indonesia mulai pukul 05,00 pagi hingga pukul 19.00 WIB, hari ini," ujar Rahmat,40, warga Gudang Areng, Kelurahan/Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Kamis (3/4).

Senada pengakuan Nursalim, 37, warga Carita, Pandeglang. Ia mengatakan, terpaksa mengungsi di rumah saudaranya yang berada di Pabuaran, Kota Serang. Meski titik pantai Chile tidak diketahuinya secara pasti, namun isu imbas tsunami yang bisa sampai ke perairan Indonesia, termasuk Anyer-Carita; membuat dirinya memutuskan untuk mengungsi.

"Isteri dan anak-anak saya saya ungsikan sejak kemarin malam (Rabu malam,red). Saya sendiri baru tadi pagi,"aku Nursalim saat diwawancarai di Serang.

Di bagian lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang Hardomo mengaku tenang dan berkeyakinan bahwa tsunami yang terjadi di Chili, Amerika Selatan tidak akan masuk wilayah perairan Anyer, Banten. "Kami tenang-tenang saja. Waspada juga enggak. Biasa saja. Soalnya informasi terbaru pagi tadi yang kami dapat, tsunami Chili hanya tiba di perairan Indonesia Timur dan itu pun ketinggiannya hanya 20 centimeter. Kalaupun sampe Anyer paling berapa centimeter. BMKG sendiri memastikan wilayah Papua sana berkondisi aman," ujar Hardomo.

Ia berharap isu tsunami tidak menghalangi wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata pantai, termasuk obyek wisata pantai Anyer. "Yakin tidak terjadi apa-apa. Kondisinya aman. Wisatawan yang berencana berkunjung ke Anyer tidak ada masalah. Aman deh," Hardomo meyakinkan.

Semenyara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten telah mengeluarkan status waspada. Hal ini menyusul informasi resmi dari BMKG Pusat tentang adanya gempa bumi berkekuatan 8.2 Skala Richter (SR) yang terjadi di lepas pantai Chile, Amerika Selatan pada 2 April 2014 Pukul 06:46:48 WIB. Gempa dengan kedalaman 10 KM tersebut berpotensi menimbulkan tsunami yang dampaknya hingga ke Indonesia.

Sementara di Banten, beberapa wilayah yang berpotensi terkena 'ampas' gelombang dari Amerika itu adalah Pandeglang, Lebak, Serang Barat, dan Pulau Shangiang Cilegon. "Gelombang akan sampai pada esok hari tepatnya pukul 07.24 di Pandeglang bagian Selatan, Lebak jam 08.18, kemudian Pandeglang bagian utara 09.36, disusul Serang bagian barat jam 11.01, dan Kota Cilegon pulau Shangiang jam 15.09." Ungkap Staf BMKG Banten Maksum Purwan, kemarin (3/4).

Menurutnya, meski terdengar menakutkan, namun Maksum memastikan gelombang yang datang tidak lebih dari satu meter. Melainkan separuhnya. "Untuk itu kepada masyarakat Banten kami menghimbau agar tetap tenang, dan menjalankan aktifitas seperti biasa karena status ini baru di level waspada. Namun tetap sebagai antisipasi kami sarankan agar menjauh dari pantai," katanya. (TIM)

0 komentar:

Posting Komentar