Sekilas Info :

Rabu, 09 April 2014

KPK ajak masyarakat pilih caleg jujur


Ketua KPK Abraham Samad (tengah), Putri Indonesia
 2014 Elvira Devinamira (kiri) dan Komisioner Bawaslu
Nasrullah saat berbicara dalam diskusi Program
Pemilu Berintegritas 2014 di Gedung KPK Jakarta, Kamis (6/3)
.
Jakarta, Suara LSM Online - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat untuk memilih calon anggota legislatif (caleg) serta calon presiden dan wakil presiden yang jujur saat pemilihan umum.

"KPK mengajak masyarakat untuk memilih wakilnya yang memiliki rekam jejak dan latar belakang jujur, antikorupsi serta berintegritas," kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Jakarta, Selasa.

KPK memasang baliho raksasa berukuran 22 x 22 meter berisi imbauan tersebut di sisi utara gedung KPK Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Federasi Panjat Tebing Indonesia membantu memasang baliho itu.

"KPK untuk memberantas dan mencegah korupsi tidak dapat berjalan sendirian, KPK membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa untuk sama-sama bergerak memberantas musuh kita bersama: korupsi," tambah Adnan.

Menurut Adnan, wakil rakyat yang jujur adalah mereka yang berani menolak praktik politik uang, seperti praktik jual beli suara dan barter politik karena menurut survei KPK tahun 2013 yang melibatkan 1.200 responden di 12 kabupaten/kota, 71,7 persen masyarakat menganggap lazim terjadinya politik uang.

"Yang jujur itu satu cocok kekayaannya dengan pendapatannya dan kedua menepati janji politik, kepada pemilih KPK berharap agar menolak politik uang, setelah itu baru bisa memilih yang jujur," katanya.

Adnan juga meminta masyarakat waspada pada hari pertama dan kedua masa tenang yang biasanya rawan politik uang. 

KPK pun sudah menerima Laporan Hasil Analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai transaksi yang mencurigakan dari para calon anggota legislatif.

"KPK sudah terima LHA dari PPATK, termasuk LHA caleg incumbent (petahana)," katanya.

KPK memilih menggunakan kalimat "Pilih yang Jujur" karena sesuai survei KPK masyarakat lebih mengetahui kata "jujur" dibanding kata "berintegritas", kata Adnan.(Ant/TIM)

0 komentar:

Posting Komentar