Sekilas Info :

Minggu, 01 Juni 2014

Giliran Sudin PU Jaktim Tersandung Korupsi

JATINEGARA, Suara LSM Online – Diduga korupsi dalam pengerjaan proyek normalisasi saluran di RW 13, Kelurahan Duren Sawit, dan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kejaksaan Negeri (kejari) Jakarta Timur menetapkan dua orang rekanan proyek sebagai tersangka.
IS dan MS rekanan yang dipilih Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Timur, tak bisa berkelit saat ditemukan banyak kecurangan dalam pengerjaan kedua proyek tersebut. “Untuk proyek normalisasi di RW 13 tersangkanya berinisial IS, dan untuk normalisasi di Jalan I Gusti tersangka berinisial MS,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari Jaktim, Silvia Desty Rosalina, Jumat (30/5).
Menurut Silvi, ditetapkan keduanya setelah penyelikan dan pemeriksaan yang dilakukan Kejari Jaktim dalam satu bulan ini. Dimana pihaknya telah memeriksa sebanyak sekitar 12 orang saksi yang terdiri dari pihak rekanan, Sudin PU Tata Air, konsultan pengawas, dan konsultan perencana. “Dalam pemeriksaan tersebut, pengerjaan kedua proyek tidak sesuai dengan spesifikasi,” ujarnya.
Ditambahkan Silvi, pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi itu seperti, lantai saluran yang seharusnya dari beton, hanya dibuat dari rangka dengan satu besinya. Hal itu pun tidak akan terlihat karena saluran tersebut kembali ditutup dengan beton. “Tim ahli kami sudah memeriksa kedua saluran tersebut,” tuturnya.
RP650 JUTA
Sementara itu, Kasie Intel Kejari Jaktim, Asep Sontani mengatakan, akibat penyimpangan yang terjadi, negara dirugikan sekitar Rp650 juta. Dimana dalam pengerjaan proyek normalisasi saluran di Jalan RW 13, Kelurahan Duren Sawit negara dirugikan sekitar 275 juta dari total anggaran sebesar Rp 1,4 miliar. “Sementara dengan anggaran sebesar Rp 925 juta untuk pengerjaan normalisasi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, negara dirugikan sekitar Rp 375 juta,” tambahnya.
Asep menegaskan, penyidikan kasus ini akan terus dikembangkan. Tak tertutup kemungkinan, kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Timur, dan beberapa pejabat terkait ikut terlibat dalam proyek tersebut. “Pengembangan masih terus kami lakukan, karena tidak mungkin rekanan bertindak sendiri pasti ada pejabat lain yang terlibat,” ungkapnya.
Atas kasus korupsi tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 junto pasal 55 ayat 1 UU 31 tahun 99 tentang dirubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tipikor ancaman hukumannya maksimal 20 tahun. (JP / TIM)

0 komentar:

Posting Komentar