Sekilas Info :

Jumat, 08 Agustus 2014

Tentara Zionis Israel Takut Hadapi Pasukan Gaib Tak Berwujud Manusia

Istimewa
Suara Lsm Online-  Banyak peristiwa gaib dan aneh terjadi di Kota Gaza, Palestina. Peristiwa yang membuat masyarakat muslim di sana pun merasa terkejut, dan membuat tentara Israel menjadi takut.

Salah satu contohnya, meski setiap hari tentara zionis Israel membunuh warga Palestina dan tentara Hamas lewat serangan misil dan menghancurkan masjid serta rumah-rumah warga dengan rudal, namun Kota Gaza tak pernah kekurangan para pejuang Palestina. Ibaratnya hilang satu tumbuh seribu.

Para pejuang Hamas dan masyarakat Gaza tak pernah takut melawan tentara Israel yang dibantu Amerika Serikat dengan persenjataan canggih. Padahal masyarakat sipil Gaza tak memiliki senjata, begitu pun senjata Hamas tak sebanyak dan secanggih Israel, namun mereka mampu membuat tentara Israel ketakutan.

Kota Jenin menjadi saksi salah satu peristiwa aneh yang terjadi selama perang antara Hamas dan Israel. Kota yang terletak di Tepi Barat itu dibombadir Israel sebulan lalu.

Ratusan rudal yang dilepaskan pesawat-pesawat tempur dan tank-tank Zionis, menghantam kota yang menjadi penampungan pengungsi rakyat Palestina itu. Hanya bersenjata AK 47 dan M 16, para pejuang Palestina memberikan perlawanan sengit.

Namun, pejuang Palestina tak sedikitpun mundur ke belakang, berbeda dengan tentara zionis Israel yang ketakutan menghadapi tentara Palestina. Bahkan saking takutnya Israel terhadap kaum muslim di Palestina, mereka melakukan penyerangan ke tempat penampungan pengungsi warga Palestina yang dihuni warga sipil. Akibat serangan itu seratus warga terdiri atas anak-anak dan perempuan tewas.

Dunia mengecam tindakan tentara zionis Israel, karena seharusnya warga sipil tidak boleh menjadi sasaran penyerangan. Namun serangan itu juga membuat Israel kehilangan banyak tentaranya.

Walau pihak Israel mengakui bahwa serangan tersebut menyebabkan kurang dari 24 orang pasukan Israel tewas, dan 130 lainnya cedera. Jumlah tersebut diprediksi lebih besar lagi. Terlihat dari kegusaran Panglima Perang Zionis, Shaol Mofaz yang mencopot perwira pemimpin penyerangan Jenin, karena dianggap gagal.

Mengapa Israel yang memiliki jumlah tentara lebih banyak dan persenjataan yang lebih lengkap serta canggih masih mampu dikalahkan oleh tentara Hamas? Rupanya, ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka tentara Hamas tidak pernah mengendor.

Keanehan itu di antaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya, “demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh oleh peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.”

Seperti dikutip dari berbagai sumber, salah seorang tentara Israel yang lari kepada pers mengaku ketakutan. Sebab, dalam pertempuran tersebut mereka menyaksikan tiba-tiba muncul postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia. Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin.

Salah seorang pasukan cadangan Israel mengatakan, “Kami melaksanakan tugas ini karena memang wajib, tidak ada yang senang berperang di sini. Kondisi di sana memang menyeramkan sekali.”

Bahkan ia berharap, dunia internasional menekan pemerintahan Ariel Sharon. “Apakah tekanan terhadap pemerintahan (Sharon) telah dilakukan, agar menarik mundur pasukannya? Berapa hari lagi kita harus bertahan di sini?” kata tentara itu ketakutan. (almujtama’, 02/6/2012)

Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26: “Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.”

Yang jelas ketika tentara Israel yang brutal itu dilanda ketakutan, keadaan sebaliknya justru dialami para mujahidin. Meski melawan musuh yang didukung Amerika Serikat, semangat tempur para mujahidin tak pernah kendor. Tak lain, karena mereka berperang di atas lambaran tauhid, ala at tauhid `isynaa wa min ajli at tauhiid namuut (di atas rel tauhid kami hidup dan untuk tauhid kami mati).
(Tim)

0 komentar:

Posting Komentar