Sekilas Info :

Jumat, 19 Desember 2014

Rakyat Papua Ingin Koruptor Dibasmi

Papua Ingin Koruptor Dibasmi / sidakaton
Jakarta, Suara LSM Online - Puluhan pemuda Papua yang tergabung dalam Forum Pembela Demokrasi Papua mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa(2/12/2014). Kedatangan mereka ke lembaga antirasuah untuk menuntut agar KPK menangkap sejumlah pejabat di Papua yang telah melakukan korupsi.
Selain berorasi di depan Gedung KPK, mereka juga membentangkan spanduk berukuran besar yang bertuliskan dan bergambar sejumlah pejabat Papua yang diduga terlibat korupsi. Spanduk yang dibentangkan bertuliskan

"KPK Segera Tangkap Befa Yigibalom (Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Usman W Genongga (Bupati Kabupaten Tolikara), Benhur Tomy Mano (Walikota Jayapura) dan Isaias Douw (Bupati Kabupaten Nabire).

Selain itu mereka juga membawa perangkat pengeras suara yang diangkut dengan kendaraan bak terbuka. Aksi mereka hampir memakan separuh jalan di jalur lambat. Akibatnya hal ini membuat arus lalulintas di depan Gedung KPK mengalami kemacetan.

Koordinator aksi Jan Matuan mengatakan, pihaknya datang langsung dari Papua untuk menuntut keadilan kepada KPK. Karena sejumlah pejabat Papua yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK belum juga ditahan dan ditindaklanjuti terkait kasus yang telah menjeratnya.

"Kedatangan kami ke KPK dalam rangka penegakan supremasi hukum dan membela hak dan martabat rakyat Papua," kata Jan

Dia menuturkan, pejabat Papua yang diduga korupsi telah mendapatkan sprindik dari KPK. Namun mereka hingga kini masih berkeliaran bebas tanpa diperiksa dan ditahan KPK.

"Penegakan hukum di Papua memang sangat lemah dan rapuh. Karena mereka menggunakan kekuasaan untuk menghantam balik lembaga anti korupsi dan aktivis," ujar Juan.

Lebih parah lagi, sambung Juan, penguasa sering intervensi dan mengintimidasi polisi, jaksa dan hakim. Oleh karenanya, pihaknya mendesak KPK untuk segera menahan para pejabat tersebut.

"KPK jangan tebang pilih tangani kasus korupsi di Papua. Jangan berlarut-larut memproses terhadap pejabat yang merampok uang rakyat," tegas Jan.(tbt/tim)

0 komentar:

Posting Komentar