Sekilas Info :

Sabtu, 13 Desember 2014

Terkait Makeup Harga Jual Lahan PLTU Yance Dijemput Paksa Kejagung

*Wagub Jabar: Innalillahi Wainaillaihirojiun


 Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar Saat dimintai Konfimasi wartawan
Jakarta, Suara LSM Online - Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar ternyata tidak tahu kalau mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance telah dijemput paksa oleh  tim penyidik Kejaksaan Agung pada Jumat pagi (5/12/2014).

"Yance mana?," ujar Deddy tak percaya saat dimintai tanggapannya soal kabar tersebut usai membuka acara Pameran Wubi Fest di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jabar, di Jalan Braga, Jumat (5/12/2014).

Dijelaskan kalau Yance telah dijemput paksa dari rumahnya di Indramayu oleh tim kejagung, Deddy pun menanggapi dengan mengucap Innalillahi.

"Innalillahi Wainaillaihirojiun. Saya bener tidak tahu. Saya ini baru tahu. Kemarin saya baru bertemu dengan Pak Yance bareng Pak JK juga," katanya.

Yance yang merupakan politisi Partai Golkar ini menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Jabar periode 2014-2019.

Deddy pun enggan mengomentari lebih lanjut terkait musibah yang dialami Yance tersebut. Bahkan saat disinggung soal kemungkinan penjemputan itu merupakan bagian dari politik, karena terjadi setelah Munas Golkar.

"Saya tidak bisa komentar. Saya kira itu masalah hukum, biar saja itu berjalan," tutur Deddy.

Sebagaimana diketahui, Yance dijemput paksa dari rumahnya di Indramayu oleh tim penyidik Kejaksaan Agung. Tindakan tegas itu dilakukan dilakukaan atas dugaan kasus markup harga jual lahan untuk proyek pembangunan PLTU. Dan penjemputan paksa dilakukan karena Yance mangkir dari panggilan penyidik, lebih dari dua kali.

"Benar telah dijemput paksa pagi tadi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony T Spontana di Jakarta, Jumat (5/12/2014)

Penghadiran paksa tersebut,kata Tony merupakan bagian kelancaran pemeriksaan yang bersangkutan. "Untuk tim penjemput Yance meluncur dari Indramayu sekitar pukul 04.00 WIB tadi. Dan langsung digiring ke Kejaksaan Agung," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Khusus Nomor: Print-205/F.2/Fd.1/12/2010 tanggal 13 Desember 2010. Dia disangka terlibat tindak pidana penyimpangan proyek pembebasan lahan seluas 82 hektare untuk pembangunan PLTU di Indramayu pada tahun anggaran 2006. Proyek pembangunan senilai Rp 42 miliar itu direncanakan kala Yance masih menjabat Bupati Indramayu.

Yance juga dituding menggelembungkan harga jual lahan yang seharusnya Rp 22 ribu menjadi Rp 42 ribu per meter persegi. Sejak Yance jadi tersangka, proyek pengembangan PLTU Sumuradem mandek. (tbt/tim)

0 komentar:

Posting Komentar