Sekilas Info :

Senin, 09 April 2018

Jokowi Kunker Di Sukabumi Kendarai Motor

Presiden Jokowi saat mengendarai motor didampingi Menteri PUPR dan Komandan Paspampres ketika kujungan kerja ke Sukabumi, Minggu (8/4).

Sukabumi, Suara LSM - Ada yang unik dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Kali ini Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi mengendarai sepeda motor kesayangannya, Minggu (8/4).

"Saya jalan kurang lebih 30 km sampai ke Pantai Pelabuhan Ratu. Tempatnya sangat indah. Jalannya juga kelok-kelok. Sekaligus ingin mengenalkan Pelabuhan Ratu," ujar Presiden.

Presiden mengendarai motornya untuk meninjau pelaksanaan program padat karya tunai. Ada dua program padat karya tunai yang ditinjau langsung, yaitu program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Desa Pasir Suren, dan program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. 

"Ini kan hari Minggu setelah tadi kan urusan gizi untuk anak, saya pengin mengajak kawan-kawan saya dari klub-klub motor untuk juga bersama-sama melihat padat karya tunai yang ada di desa-desa. Biasanya pakai mobil ini separuh jalan kita coba pakai sepeda motor," katanya.

Dalam perjalanannya ini Presiden tampil dengan mengenakan jaket berbahan _jeans_, celana panjang biru tua, dan sepatu kets. Uniknya lagi, jaket _jeans_ biru yang dipakai Presiden ini bergambar peta Indonesia di bagian dadanya. Sementara di bagian lengan dan punggung tertulis dengan cukup besar "Indonesia".

Presiden mengendarai motor berjenis Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya _chopperland_ dan berwarna kuning emas. Presiden ditemani puluhan _bikers_ yang tergabung di beberapa klub motor, antara lain Elders.

"Semua klub motor ada. Pak Menteri PU. Ada semua. Jadi ini tidak satu klub, banyak," lanjutnya.

Presiden pun tak lupa mengingatkan ketika akan mengendarai sepeda motor, aspek keselamatan harus diperhatikan. Semua kelengkapan motor, pengendara, maupun administrasi harus lengkap.

"Jadi supaya diketahui kalau kita pengin naik sepeda motor spionnya harus ada, seinnya ada, lampunya ada, (plat) nomornya ada, semuanya ada. SIM-nya juga ada. Jadi harus komplit semua," ucap Kepala Negara.

Turut mendampingi Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Helmy)

Selasa, 11 Juli 2017

KPK Tahan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Usai Diperiksa 8 Jam

Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, R ketika digiring petugas KPK.
Jakarta, (Suara LSM) - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, Rabu (5/7/2017).

Nur Alam mengenakan rompi tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Anugrah Harisma Barakah (AHB).

Usai diperiksa selama sekitar delapan jam, kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini hanya tertunduk berjalan menggunakan rompi oranye tahanan KPK, menuju mobil tahanan.

Dirinya dijebloskan ke Rumah Tahanan Klas I Jakarta Timur, Cabang KPK Pomdan Jaya Guntur.
Nur Alam yang hadir didampingi penasihat hukumnya sekitar pukul 13.00 WIB, keluar Gedung KPK pukul 20.20 WIB.

Ia digiring ke mobil tahanan dengan dikawal petugas KPK.

Tidak sepatah kata terlontar dari mulut Nur Alam saat awak media mececarnya dengan sejumlah pertanyaan. Begitu juga saat disinggung mengenai penahanannya.

Mobil minibus hitam tahanan yang membawa Nur Alam pun meninggalkan Gedung KPK dengan diiringi tangis sejumlah pendukung dan keluarga yang mendampinginya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya menahan Nur Alam selama 20 hari kedepan.

"KPK melakukan penahanan terhadap tersangka NA (Nur Alam) untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur," kata Febri saat dikonfirmasi.

Diketahui, Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan IUP sejak Agustus 2016.

Nur Alam diduga menyalahgunakan wewenangnya dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) Persetujuan Percadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan IUP Eksplorasi, dan SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT AHB.

Perusahaan itu melakukan pertambangan nikel di Kabupaten Buton dan Bombana tahun 2009-2014.
Atas dugaan itu, Nur Alam dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.(Fery R)

Said Aqil: Korupsi Coreng Wajah Indonesia sebagai Negara Muslim Terbesar

Ketua PBNU saat memberikan keterangan pers.
Jakarta, (Suara LSM) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj merasa prihatin dengan berbagai upaya politik untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Said Aqil merasa korupsi telah mencoreng wajah Indonesia sebagai negara Muslim terbesar.

"Terus terang, saya sebagai pimpinan ormas Islam malu. Katanya kita mayoritas Muslim, tapi koruptornya luar biasa," kata Said Aqil saat bertemu Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Said Aqil mengatakan, akhir-akhir ini KPK sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat untuk memberantas korupsi, malah terkesan dilemahkan dan dihambat kinerjanya. Menurut dia, meski tidak secara langsung, pelemahan terhadap KPK sama dengan upaya untuk merusak citra positif agama Islam.

Said Aqil memastikan bahwa PBNU sebagai organisasi Islam akan terus mendukung KPK untuk tetap memberantas korupsi.

"Islam bisa ikut tercoreng. Katanya 87 persen Muslim, tapi pejabatnya mayoritas korupsi," kata Said Aqil.(Helmy)

Sabtu, 24 Juni 2017

Pilu, Arab Saudi Tidak Ingin Anda Melihat Foto-Foto Ini

PUTUS ASA: Khairy, ibu tiga anak ini baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Namun dia tidak bisa memberi ASI karena kekurangan gizi. Namun, dia juga tidak punya uang untuk membeli susu formula. (Giles Clarke for UN via CNN).
Yaman, (Suara LSM) - Batool Ali berusia enam tahun. Namun Anda tidak akan menduganya saat melihat postur tubuhnya. Bocah perempuan itu kurus kering dengan tulang rusuk tercetak jelas di tubuhnya. Perutnya buncit dan beratnya hanya 16 kilogram. Dia adalah salah satu anak dari setengah juta anak di Yaman yang menderita kekurangan gizi.

Di RS lain, Ali Annhari duduk bersama anak perempuannya Isra. Matanya menerawang dengan selang infus tertancap di tangannya. Dia menderita kolera. ”Sudah pasti saya cemas. Saya punya tiga anak dan semua kena kolera. Anak Anda adalah dunia Anda. Tetapi saya sudah delapan bulan tidak punya uang jadi saya berjuang pinjam uang sana sini. Biaya pengobatan sangat mahal,” katanya.

Ya, Yaman sedang dalam cengkraman serangan kolera dan hampir berada di ujung krisis kemanusiaan paling buruk di planet bumi. Namun, Anda tidak akan menemukan cerita mengenai Yaman di berita-berita utama media besar atau buletin di seluruh dunia meski negara tersebut sedang terlibat perang sipil selama dua setangah tahun.

PILU: Batool Ali berdiri di kasur RS di Kota Saada, Yaman. Dia mengalami kurang gizi. Di tangan kanan Batool terikat racun yang digunakan untuk menghalau ular saat dia dan keluarga tidur di padang pasir. (Giles Clarke for UN via CNN).

Dua pihak yang berseteru adalah militan Houthi dengan pendukung pemerintahan mantan Presiden Yaman, Hadi. Pendukung Hadi tersebut mendapat back-up dari koalisi negara-negara jazirah Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi. Namun, apa yang terjadi di Yaman disebut sebagai “perang bisu” karena tidak tertangkap radar media di seluruh dunia.

Padahal, apa yang terjadi di Yaman, sama buruknya dengan apa yang terjadi di negara lain yang sedang dilanda perang. Selama dua bulan terakhir, beberapa jurnalis berhasil masuk Yaman dan merekam keputusasaan yang menyebar di negara tersebut.

Salah satu cara masuk negara itu adalah bergabung dengan lembaga bantuan yang sebagian besar dijalankan oleh PBB. Tetapi memang tidak mudah. Para jurnalis menemukan kenyataan kalau pemerintahan Hadi di Yaman dan Arab Saudi memang sengaja melarang jurnalis dan organisasi hak asasi manusia untuk masuk Yaman. ”Mereka tidak akan mengizinkan jurnalis masuk Yaman,” kata salah seorang sumber.

TRAGIS: Ahmed, 3, dan kakaknya yang berusia enam tahun Khaoula adalah yatim piatu setelah serangan udara menghantam rumah mereka. Lutut Ahmed rusak berat dan tidak akan tumbuh lagi. Sementara Khaoula kehilangan semua gigi dan lidahnya saat serangan itu. (Giles Clarke for UN via CNN).

Tidak hanya itu, PBB pun cemas bila jurnalis masuk Yaman dan kemudian berita mengenai negara itu terungkap secara global, otoritas Yaman dan Arab Saudi akan memblok bantuan ke Yaman.

Jamie McGoldrick, Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman mengatakan karena tidak ada berita mengenai Yaman yang tersebar, mereka tidak mudah mendapatkan donasi.

”Yaman ini seolah terlupakan. Tidak ada. Dan karena kami tidak mendapatkan atensi media, kami tidak mendapatkan dukungan politik dan karena itu lah kami tidak bisa mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kehancuran kemanusiaan ini,” katanya.

SIAP: Seorang mantan tentara yang hancur wajahnya memberi hormat saat difoto di RS Al Thawra di Sana. Wajahnya rusak setelah serangan udara di kawasan Saada. (Giles Clarke for UN via CNN).

Berdasar WHO, ada 167 ribu kasus kolera di negara itu dan lebih dari 1.100 orang sudah meninggal dunia. UNICEF mengatakan, angkanya akan naik pada bulan depan. Tetapi, masalah kelaparan adalah pembunuh nomor satu di Yaman. Ada 17 juta penduduk yang membutuhkan makanan.


NYATA: Saleh, bayi empat bulan ini kekurangan gizi. Ibunya Nora yang berusia 22 tahun punya lima anak. Dia melahirkan kali pertama saat berusia 12 tahun setelah dipaksa menikah pada usia 11 tahun. (Giles Clarke for UN via CNN)
Buat Ghalfan Ali Hamza dan anak lelakinya yang berusia sembulan bulan Akram, situasi di Yaman tidak bisa lagi ditoleransi. Ali Hamza tinggal di kamp pengungsian yang kumuh. Tubuh Akram tinggal tulang. Kurus kering.

”Saya kehilangan pekerjaan dan semuanya. Saya tinggal di kamp pengungsian ini dengan 20 kerabat. Kami berharap ada kelompok kemanusiaan yang akan datang menolong kami. Namun tidak ada satu pun yang datang. Sekarang, kami hanya menanti Allah,” katanya. (CNN/Helmy)

Kamis, 22 Juni 2017

Kejagung Terima Surat Perintah Penyidikan dari Polri dengan Tersangka HT

Jampidum Kejaksaan Agung Noor Rachmat
Jakarta, (Suara LSM) - Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmat mengaku telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Dalam SPDP itu, kata Noor, telah tercantum nama CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka.

"Tanggal 15 Juni 2017 Bareskrim kirim SPDP atas nama tersangka HT," ujar Noor, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Nomor SPDP yang diterima Kejaksaan yaitu B.30/VI/2017/Ditipidsiber.

Jampidum sebelumnya juga menerima SPDP umum pada 15 Februari 2016. Namun, belum dicantumkan nama tersangka.

Hary Tanoe masih disebut sebagai terlapor.

Noor mengatakan, penjelasannya soal SPDP itu mendukung pernyataan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang sebelumnya menyatakan bahwa Hary sudah menjadi tersangka.

Baca: Jaksa Agung Sebut Hary Tanoe Tersangka, Ini Kata Kabareskrim

"Jelas bahwa sejak 15 Juni ada SPDP atas nama HT. Jadi ini sudah clear," kata Noor.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran enggan berkomentar.

Ia meminta wartawan mengonfirmasi ke Humas Polri.

Namun, saat dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Situmpul, ia mengaku belum tahu soal SPDP itu.

"Belum ada jawaban (dari Direktur Tindak Pidana Siber," kata Martinus.

Yulianto tiga kali menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Isinya yaitu, "Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Namun, Hary membantah mengancam Yulianto.

"SMS ini saya buat sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk membuat Indonesia lebih baik, tidak ada maksud mengancam," ujar Hary Tanoe.

Sebelumnya, polisi menyebut kasus Hary Tanoe masih di tingkat penyelidikan dan belum ada tersangka.

Pihak Hary Tanoe melaporkan Jaksa Agung ke polisi karena menyebut Ketua Umum Partai Perindo itu sudah berstatus tersangka.

Prasetyo dianggap melakukan pencemaran nama baik.

Menurut pengacara Hary, Prasetyo juga tidak berwenang mengumumkan status hukum seseorang yang ditangani kepolisian.(helmy)

Jumat, 26 Mei 2017

Teror Bom Kampung Melayu yang 'Menggebuk' Kesadaran Kolektif Kita

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Kepala BIN ketika meninjau lokasi ledakan bom bunuh diri.
Jakarta, (Suara LSM) - PADA Rabu malam 24 Mei 2017, teror bom kembali menerpa kita. Kali ini terjadi di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur yang berakibat tiga orang anggota Polri gugur dan dua orang yang diduga pelaku tewas, 10 orang lainnya luka-luka.

Teror bom yang ke sekian kalinya itu adalah bentuk dari kebiadaban, musuh semua agama, dan menistakan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini karena teror tidak mengenal agama dan keyakinan, bisa mengenai siapa saja tanpa terkecuali.

Kepolisian menduga ledakan itu adalah berupa bom bunuh diri dengan menggunakan bom panci. Dipastikan dua terduga pelaku teror, ikut tewas di lokasi kejadian.

Petugas Polri sedang mengindentifikasi potongan dan serpihan anggota tubuh orang yang diduga adalah pelaku untuk menelusuri lebih lanjut siapa pelaku dan motifnya.

Para anggota Polri saat itu sedang melakukan tugas pengamanan di sekitar lokasi yang sedang ada kegiatan pawai masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan. Ledakan terjadi di lokasi yang padat oleh aktivitas masyarakat karena menjadi halte koridor penghubung bus transjakarta dan terminal angkutan umum.

Kejadian ini tentu saja sangat memprihatinkan dan wajib kita kecam, karena telah meneror rasa aman dan ketentraman warga, membunuh dan melukai anggota Polri serta warga masyarakat, dan terjadi dua hari menjelang bulan yang agung dan suci, yaitu Ramadhan.

Patut diduga, jika benar pelakunya ada dua orang, bom itu diduga dilakukan oleh dua orang "pengantin." Sebelumnya, polisi berhasil menggagalkan rencana bom pengantin di Bekasi yang hendak meledakkan diri di depan istana negara.

Para pelaku bisa belajar sendiri merakit bom dari informasi yang dikumpulkan di internet dan menebarkan ideologi sesatnya lewat media sosial. Media sosial telah menjadi alat propaganda yang efektif yang menyuburkan gerakan terorisme global.

Setelah wilayah Jakarta steril dari teror pascabom Thamrin pada 12 Januari 2016, teror bom Kampung Melayu tentu sangat mengagetkan, karena terjadi begitu tiba-tiba di tengah pusat keramaian kota Jakarta.

Apakah aparat keamanan kecolongan atau gagal mendeteksi gerakan teroris yang diduga adalah bagian dari kelompok ISIS itu?

Bom Kampung Melayu hanya berselang dua hari pascabom yang meledak di Manchester Inggris yang menewaskan 22 orang, bom di Bangkok yang melukai 24 orang, dan serangan ISIS di Marawi Philipina bagian selatan.

Apakah para pelaku atau jaringannya saling berkaitan dengan pelaku di Kampung Melayu? Aparat keamanan wajib menelusurinya lebih jauh. Pascaledakan Manchester, Kapolri sudah menyampaikan agar kita siap siaga menghadapi segala kemungkinan.

Pada 16 Mei 2017, untuk pertama kalinya Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada aparat Polri dan TNI untuk "mengebuk" siapapun yang merongrong kewibawaan Pancasila dan NKRI.

Perintah tersebut adalah penegasan untuk menyikapi suasana kebangsaan yang telah terganggu oleh berbagai macam aksi dan gerakan intoleran dan radikal yang berpotensi merongrong negara.

Presiden meminta agar aksi-aksi yang merugikan bangsa dan menguras energi bersama itu untuk dihentikan sehingga kita bisa fokus membangun bangsa.

Teror bom Kampung Melayu adalah bentuk nyata dan paling ekstrem dari aksi radikal yang mengusung paham fundamentalis yang diduga bermotif dan bertujuan politik.

Teror telah menganggu dan menebarkan ancaman kepada masyarakat yang melintasi sekat suku, agama, etnis, dan antar golongan.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), ciri-ciri terorisme terkini beberapa di antaranya adalah menebarkan syiar kebencian pada agama/kelompok lain, antipersatuan, dan anti-Pancasila.

Negara harus hadir untuk mengembalikan hak atas rasa aman dan kewibawaan negara. Instruksi "gebuk" Presiden Jokowi harus ditindaklanjuti secara sungguh-sungguh untuk memberantas dan menindak aksi teror yang tiada henti mengintai dan menganggu ketenteraman masyarakat.

Aparat keamanan harus segera melakukan penelusuran secara menyeluruh atas pelaku dan motif bom Kampung Melayu, serta "mengebuk" pelakunya sesuai dengan ketentuan hukum secara tuntas dan tegas, termasuk bekerjasama dengan otoritas keamanan Filipina yang wilayah selatannya diduga telah dimasuki pengaruh ISIS. Jalur masuk Filipina ke Indonesia dan sebaliknya, harus diawasi dan dikontrol secara ketat.

Bom Kampung Melayu terjadi pada saat warga Jakarta masih "terbelah" oleh pilihan politik dalam Pilkada Jakarta. Perbedaan sikap dan keyakinan politik telah menguras energi bangsa, menorehkan luka dan melemahkan kebersatuan kita.

Padahal, ada tantangan dan musuh yang sebenarnya yang jauh lebih berbahaya daripada politik Pilkada Jakarta, yaitu terorisme yang bisa menghancurkan bangsa, sebagaimana telah terjadi di Suriah dan Irak.

Menggebuk kesadaran kolektif

Bom Kampung Melayu "menggebuk" kesadaran kolektif kita sebagai bangsa, bahwa gerakan teror masih lekat dan dekat dengan kehidupan keseharian kita, serta merupakan ancaman yang nyata.

Siapapun kita, bisa menjadi korban teror, tanpa terkecuali. Teror tidak mengenal agama, keyakinan politik, etnis, dan kesukuan. Teror adalah musuh kita yang paling nyata!

Jangan sampai gerakan teror memanfaatkan suasana warga yang masih terbelah dan semakin menggerus kecintaan kita pada bangsa dengan memakai ideologi baru yang sesat. Kita tidak rela jika teror merengut kebersatuan kita sebagai anak bangsa Indonesia.
Negara ini didirikan dengan susah payah oleh para pendiri bangsa, kita harus menjaga kewibawaan dan keberlanjutannya.

Inilah saatnya bagi kita untuk menghentikan segala pertikaian, perselisihan, dan permusuhan yang telah melenakan dan melemahkan kita pada musuh kemanusiaan yang sebenarnya: terorisme!
Teror akan lebih mudah untuk menjalankan operasi dan menyebarkan ideologinya di saat masyarakat sedang berkonflik satu sama lain demi ambisi politik dan kekuasaan.

Saatnya kita bangkit untuk melawan segala bentuk teror karena merupakan bentuk dari pelanggaran HAM yang sangat mendasar, yaitu hak hidup.

Janji Presiden Jokowi untuk memimpin di depan dan akan "mengebuk" terorisme sampai ke akar-akarnya perlu kita pegang. Terorisme tidak layak mendapatkan tempat lagi di bumi Pancasila yang cinta pada kedamaian dan keadilan berlandaskan pada ketuhanan.

Inilah saatnya kita kukuhkan kerukunan dan persatuan kita sebagai bangsa yang berdasarkan pada Pancasila. Seperti kata Bung Karno, "Kita rukun, maka kita kuat."  (Mimin Dwi Hartono, Staf Senior Komnas HAM)

Selasa, 23 Mei 2017

Postingan Sindiran Afi di Medsos, Cara Hidup Damai di Negeri Ini

Asa Firda Nihaya, pemilik akun Afi Nihaya Faradisa, remaja asal Banyuwangi viralnya menjadi trend di medsos.
Banyuwangi, (Suara LSM) - Afi Nihayasa Firda Nihaya, pemilik akun Afi Nihaya Faradisa, remaja asal Banyuwangi kembali menulis di status facebooknya.

Di tulisan terbarunya yang diposting 22 Mei 2017 pukul 19.37 Wib, siswa lulusan SMA 1 Gambiran itu berpesan kepada adik-adik kelasnya yang masih duduk di SMP dan SMA agar jangan bersikap kritis, jangan berani tampil beda, dan jangan mempertanyakan keadaan yang tertata sejak lama jika ingin hidup damai.

"Kalian tahu, para orang dewasa itu kadang-kadang membingungkan. Mereka ingin negara mereka maju, tapi suara yang menyeru kemajuan ramai-ramai dibungkam hanya karena mereka tidak ingin ego mereka sebagai pihak-lebih-tua-yang-selalu-benar akan terusik. Hanya karena mereka tidak mau posisi mereka sebagai orang yang lebih superior tercabik," tulis Afi.

Status tersebut sudah dibagikan sebanyak 7.123 kali dengan komentar sebanyak 8.240 komentar dan ditanggapi oleh 35.948 netizen.

Sebelumnya, gadis yang memiliki pengikut di facebook sebanyak 458.315 orang tersebut menulis status yang berjudul Warisan. Dalam statusnya itu putri pasangan Wahyudi dan Sumarti menulis, jika kewarganegaraan, nama dan agama adalah warisan.

Akibat status tersebut, akun facebooknya sempat tidak bisa diakses. "Sepertinya ada yang nggak suka jadi ada yang melaporkan untuk menghentikan agar status tidak viral di media sosial," kata Afi beberapa waktu lalu.

Ia juga sempat diancam dibunuh karena dianggap sebagai liberal dan tidak berpihak pada Islam. "Saya tidak pro manapun apalagi jika status saya dikait-kaitkan dengan Pilkada Jakarta yang sudah lewat," tuturnya.

Berikut status Afi yang ditulis sebagai sindiran yang diposting di akun facebooknya. 

CARA AGAR HIDUPMU DAMAI DI NEGERI INI

Teruntuk adik-adikku di SMP dan SMA, jangan pernah bersuara. Jangan pernah percaya diri untuk tampil berbeda. Jangan bersikap kritis. Jangan berpendapat. Jangan suarakan keresahan kalian. Jangan berpikir macam-macam, apalagi sampai berani mempertanyakan sebuah keadaan yang telah lama tertata.

Kalian tahu, para orang dewasa itu kadang-kadang membingungkan. Mereka ingin negara mereka maju, tapi suara yang menyeru kemajuan ramai-ramai dibungkam hanya karena mereka tidak ingin ego mereka sebagai pihak-lebih-tua-yang-selalu-benar akan terusik.  Hanya karena mereka tidak mau posisi mereka sebagai orang yang lebih superior tercabik.

Mereka tidak mau dibangunkan dari tidur panjang, tak seorangpun ingin kehilangan kenyamanan.

Wahai adik-adikku yang akan memimpin para orang dewasa itu di negeri ini beberapa tahun lagi,

Sekolah ya sekolah saja. Datang, duduk, kerjakan tugas, ujian, pulang. Jangan berani mengkritik sistem pendidikan, guru, atau peristiwa di sekitarmu. Kau hanyalah bocah yang tak tahu apa-apa, lalu apa hakmu untuk bersuara?

Simpanlah rasa keprihatinanmu untuk diri sendiri, jangan sampai mereka melumatmu bertubi-tubi. Kalau bisa jadilah anak yang datar, yang biasa-biasa saja. Tak banyak menarik perhatian, kujamin kau aman. Jadilah seperti umumnya anak-anak lain yang memenuhi hapenya dengan foto selfie, menghabiskan waktu nongkrong di kafe, eksis di mana-mana. Jangan sampai kalah penampilan sama teman-temanmu itu. Bersenang-senanglah juga selagi muda, haha hihi chatting sama pacar,  lalu piknik kalau lagi jenuh. Hobi menulis atau membaca itu terlalu sederhana, tidak memberi kebanggaan kalau dipamerkan ke teman. Dan curang atau nyontek saja kalau kesulitan mengerjakan soal ujian, kemudian saat lulus corat-coret baju dan konvoi di jalan raya.

Pada akhirnya, saat kau punya rasa penasaran yang tidak terpuaskan, kau akan merasa wajar ketika mencari obatnya dari lingkungan yang menggiringmu pada seks, narkoba, dan kenakalan khas remaja. Bukankah juga banyak temanmu yang seperti itu?

Jadi adik-adikku,

Jangan mikir yang berat-berat, apalagi belajar untuk jadi bijaksana dan berpemikiran terbuka sejak usia muda. Karena alih-alih diapresiasi, kau mungkin akan dilumat bertubi-tubi. Tidak usah.

Adik-adikku para harapan bangsa,

Belakangan ini seorang anak telah membuktikannya. Entah berapa ribu kali pesan penghakiman telah dilontarkan orang. Entah berapa ribu kali ia dikatakan tidak pernah ngaji atau tidak berpihak pada agama yang ia anut dengan keputusannya sediri.

Ia memaparkan pandangan universal yang dipahami oleh semua agama, sedangkan beberapa orang memberi tanggapan dan tandingan hanya dengan menggunakan perspektif yang berasal dari keyakinannya sendiri. Dimana nyambungnya?  

Justru itulah yang coba anak itu sampaikan, mengapa beberapa orang memaksakan kebenaran agamanya dan menutup mata bahwa orang lain pun juga meyakini hal yang sama terhadap agamanya. Apakah kau menyadari bahwa tiap pemeluk di tiap agama itu sama taatnya, sama tulusnya, dan sama yakinnya denganmu? Apakah kau sadar bahwa masing-masing juga punya kitab yang menurut versi mereka adalah sebuah kebenaran yang tak terbantahkan? Apakah kau sadar bahwa mereka juga bisa membela imannya dengan kegigihan yang sama?

Apa yang coba ia sampaikan hanyalah untuk menjaga kerukunan, hanyalah untuk menghormati klaim kebenaran versi sendiri-sendiri. Tuhan menciptakan kita dengan pikiran yang berbeda, tidak diseragamkan sesuai kehendak orang yang (cuma) merasa jadi wakil-Nya.

Ia hanya menyampaikan bahwa bersikap takwa dan setia pada agama tidak harus dengan mendiskreditkan keyakinan yang berbeda. Betapa susahnya memahami hal sesederhana itu saja, sampai-sampai bullyan tak hentinya datang.

Adik-adikku sayang, Ingatlah yang kakak sampaikan. Jangan terlalu tinggi harapan! Kau lihat sendiri, di negeri ini, Korupsi, rusak moral, dan sepi nalar tidak apa-apa, asalkan kau tidak berkata terlampau jujur terhadap realita. © Afi Nihaya Faradisa (Helmy)

Senin, 15 Mei 2017

Perlawanan Koruptor dan Oligarki Berbungkus Agama dan Sentimen Etnis

Jokowi dan Ahok
Jakarta, (Suara LSM) - Sub-judul berita utama Kompas hari Minggu 14 Mei 2017 (tepat 19 tahun Tragedi Mei 1998) menohok nalar. "Wapres: Masjid Penebar Toleransi dan Persatuan"; tak ada yang salah dengan sub-judul itu. Sebenar-benarnya saya percaya bahwa kesakralan dan kesucian rumah ibadah agama apapun adalah untuk kebaikan, di mana 'toleransi' dan 'persatuan' adalah bentuk-bentuk kebaikan dalam ajaran agama manapun.
Namun ada yang mengusik hati saya. Apakah Jusuf Kalla sedang melakukan self-denial atau bagaimana. Masyarakat luas, bahkan dunia dengan jelas melihat bagaimana masjid digunakan dan dimanfaatkan habis-habisan untuk kepentingan politik semenjak 2012, pertarungan Pilgub DKI Jakarta 2012 duet Jokowi – Ahok dengan para kandidat lain; Pilpres 2014 yang memang tidak tampak terlalu masif karena ada kepentingan Jusuf Kalla mendampingi Joko Widodo sebagai cawapres dan mencapai puncaknya dalam hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta 2017 ini.
Saya mencoba memisahkan sejernih mungkin urusan hiruk pikuk politik semenjak 2012 sampai sekarang ini dan saya yakin akan menghebat di Pilpres 2019 dengan level yang mungkin terdahsyat dalam sepanjang sejarah Republik Indonesia. Terlebih lagi saya tidak mengritik agama apapun karena saya meyakini ajaran agama apapun adalah kebaikan; namun seringkali agama digunakan, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan politik.
Di seluruh penjuru dunia terbukti agama merupakan bungkus paling manjur dan mujarab untuk mengobarkan fanatisme membabibuta. Timur Tengah, Irlandia, Afrika, bahkan di Amerika – agama (dan biasanya bersinergi dengan etnis) masih merupakan senjata paling ampuh.
Kita sedikit tengok ke belakang perjalanan bangsa Indonesia. Reformasi 1998 sudah terentang selama 19 tahun sampai hari ini. Pada tahun 2012 adalah titik balik perpolitikan Indonesia. Sebenarnya, pada tahun-tahun sebelumnya sudah mulai muncul benih-benih gebrakan-gebrakan sosok-sosok pembaharu di sana sini. Sebut saja Dahlan Iskan dan Ignatius Jonan. Sebelum 2012, beliau berdua sudah melakukan reformasi besar-besaran dalam bidang perkeretaapian Indonesia dan perlistrikan Indonesia.
Masih lekat dalam ingatan betapa barbarnya penumpang KRL Bogor-Jakarta yang menclok di atap kereta bergelantungan menjulur ke sekujur badan kereta, betapa kumuh dan semrawutnya KRL ketika itu. Dalam sekejap wajah perkeretaapian Indonesia mulai dari KRL sampai dengan kereta jarak jauh berubah total.
Sekarang naik KRL benar-benar tidak kalah dengan MRT di Singapura atau MTR di Hong Kong. Kebersihan gerbong KRL, kenyamanan benar-benar tidak kalah. Masih tentu saja sana sini kekurangan, bilamana puncak jam sibuk, waduh, sungguh untel-untelan seperti cendol. Namun itu masih wajar mengingat kereta sejenis di Jepang juga demikian, sama untel-untelannya ketika puncak jam sibuk.
Sosok-sosok pembaharu mulai bermunculan. Sebut saja Jokowi waktu itu Wali Kota Solo, Risma di Surabaya, Ahok di Belitung, Bupati Yoyok di Batang, Ridwan Kamil di Bandung dan mungkin masih banyak lagi, dan belakangan bertambah sosok yang cukup fenomenal adalah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Melejitnya Jokowi dari Wali Kota Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta 2012 itulah titik balik perpolitikan Indonesia.
Gebrakan-gebrakan para pembaharu menyebabkan gerahnya banyak sekali 'stakeholders' (pemangku kepentingan pundi-pundi masing-masing kelompok). Dolly, Tanah Abang, Kalijodo, Waduk Pluit, dibabatnya perparkiran liar hanya segelintir pembaharuan yang terlihat nyata di permukaan. Naiknya Jokowi menjadi Presiden di 2014 mengakhiri era 'auto pilot country' periode kedua SBY.
Pada Pilpres 2014 sudah mulai terjadi 'pilot project' membungkus isu agama, menghidupkan kembali hantu palu arit, isu etnis 'aseng' dan campur tangan asing. Masih jelas dalam ingatan betapa dahsyat bungkus agama, hantu palu arit, asing-aseng digoreng terus. Namun masih bisa dibilang levelnya belum mencapai kulminasi karena diakui atau tidak, beberapa tokoh yang gemar 'bungkus agama' di sana sini masih ada kepentingan dalam kekuasaan dan kemungkinan bermainnya kepentingan kerajaan-kerajaan bisnis keluarga-keluarga tertentu.
Beberapa pihak masih berpikir bahwa Jokowi mungkin masih bisa ditekuk atau 'dibimbing' oleh invisible hands. Namun duet maut RI-1 dan DKI-1 menjungkirbalikkan dan membuyarkan harapan dan pundi-pundi para invisible hands itu semua.
Hebohnya terpilihnya Menteri Susi mengawali era Jokowi. Begitu gencar penolakan yang lagi-lagi dibungkus agama. Cacian dan cercaan terhadap cara berpakaian Menteri Susi, gaya berbicaranya, merokoknya, tatonya, semua dikemas dengan bungkus agama.
Korupsi besar-besaran di bidang perikanan dan kelautan Indonesia diobrak-abrik tanpa gentar. Kapal-kapal negara asing yang entah sudah berapa dasawarsa berkeliaran di perairan Indonesia mengeruk kekayaan laut Indonesia satu per satu ditenggelamkan tanpa ampun.
Protes keras negara-negara lain, beberapa kali sempat hampir terjadi insiden diplomatik antar negara, beberapa kali nyaris terjadi kontak senjata total, semuanya tidak dianggap oleh Menteri Susi, semuanya hajar tanpa ampun. Pola lama patronasi dan oligarki 'semua bisa diatur dan dibantu' buyar berantakan. Kedaulatan maritim Indonesia paling tegak dan berdaulat semenjak Indonesia merdeka.
Siapa yang terusik? Dari bisik-bisik terhembus para pemangku kepentingan urusan bisnis laut di dalam kerajaan bisnisnya yang nyaman di sentra-sentra bisnis Jakarta (Sudirman, Thamrin, Kuningan) sewot.
Bubarnya PETRAL dan diobrak-abriknya urusan perminyakan; sekarang tongkat estafet dilanjutkan oleh (lagi-lagi) Ignatius Jonan, membuat banyak pihak yang berkepentingan dengan licinnya emas hitam ini kelimpungan dan berang. Sekali lagi bisik-bisik sesosok nama yang selama ini 'antara ada dan tiada' diyakini adalah salah satu yang mendanai gonjang-ganjing politik selama ini.

Bergesernya Jokowi dari DKI-1 menjadi RI-1 dan tongkat estafet dilanjutkan wakilnya dari DKI-2 menjadi DKI-1, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi mimpi buruk bagi kebanyakan kerajaan bisnis Indonesia yang dibangun dari peninggalan pola lama patron dan oligarki.
Mimpi buruk tak berhenti di situ saja, mimpi buruk terus meluas di kalangan birokrasi, dewan dan seluruh jajaran pemerintahan DKI Jakarta. Tanah Abang yang ditertibkan sejak zaman Jokowi, penertiban seluruh urusan kependudukan, urusan birokrasi, urusan anggaran APBD, dan seribu-satu urusan lainnya.
Jakarta adalah Ibu Kota Indonesia, cermin dan wajah Indonesia. Akhirnya untuk pertama kalinya semenjak masa kepemimpinan Ali Sadikin, wajah Jakarta bertransformasi total. Rumah-rumah kumuh di pinggiran Waduk Pluit lenyap seketika, Kalijodo yang memiliki sejarah panjang (sebanding dengan Dolly Surabaya) lenyap, jalan-jalan, trotoar, sungai, taman-taman kota, ruang terbuka hijau, perijinan, dan banyak lagi aspek bertransformasi total.
Sungguh sayang sekali jika transformasi wajah Ibu Kota Indonesia ini akan berhenti dan segera kembali ke wajah lamanya.
Semoga tidak terjadi. Masih ada setitik 'harapan utopia' bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang baru ini minimal bisa melanjutkan transformasi total ini atau bahkan melakukan terobosan-terobosan baru.
Namun sepertinya bahkan setitik 'harapan utopia' pun hanyalah harapan belaka. Tak perlu menunggu lama, Tanah Abang dalam hitungan hari sudah kembali ke khitah-nya semula yang super macet, super semrawut.
Tentu saja bukan 'salah' mantan Gubernur DKI yang tersandung kasus hukum (lagi-lagi) berbungkus agama, juga tentu saja bukan 'salah' Gubernur Plt yang menjabat sampai Oktober 2017, tentu saja bukan 'salah' Gubernur baru yang terpilih. Mental masyarakat sendiri ternyata masih perlu revolusi mental; tepat sekali yang diserukan Jokowi sejak awal pemerintahannya.
Pada akhir Pemerintahan SBY, yang tidak banyak orang tahu, ada satu pabrik semen yang mengawali pembangunannya di Manokwari. Oleh Jokowi dikebut total dengan program internasional One Belt One Road (OBOR), menggandeng pemerintah China menggeber pembangunan pabrik semen di Indonesia Timur untuk mendukung program pembangunan besar-besaran infrastruktur di seluruh Indonesia terutama fokus di Indonesia Timur.
Jokowi menyampaikan: "saya ingin rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bisa membangun rumah tembok dengan harga wajar".
Semen di Papua yang dulunya satu sak Rp 1 juta atau lebih dalam waktu tak lama meluncur turun menjadi harga wajar Rp. 50.000-60.000. Pembangunan pabrik semen ini tidak berhenti di Manokwari saja, digeber di Banjarmasin, Manado, Palu dan Makassar.
Secara logika bisnis jelas tidak masuk akal, produksi pabrik semen dengan kapasitas yang jauh melampaui bahkan konsumsi nasional, kenapa digeber di kawasan Indonesia Timur. Hasilnya bisa segera dilihat, infrastruktur di Kalimantan, Sulawesi dan Papua bangkit dalam level yang tak pernah ada semenjak Republik Indonesia berdiri.
Penguasa kerajaan bisnis di Indonesia Timur sejak dulu kala terusik dan tentu saja berang. Selama ini nyaris seluruh aspek sendi ekonomi yang mereka kuasai, banyak sekali terganggu.
Tak ada cara lain lagi-lagi bungkus agama dan kali ini disinergikan dengan bungkus etnis digeber. Bungkus-bungkus berlapis dan bertingkat agama-etnis-komunis sudah terbukti ampuh sepanjang sejarah Indonesia.
Belum lagi campur tangan 'invisible hands' dengan kepentingan lebih besar secara internasional juga ikut meramaikan. Tambang yang paling lucrative dan menggiurkan, selama tiga dasawarsa lebih jaya tak tersentuh, tiba-tiba terusik dengan gebrakan Pemerintah. Konon tambang tersebut bukan logam mulia yang berharga, konon kabarnya uranium dan plutonium'lah kandungan berharga sebenarnya. Benar tidaknya, wallahualam karena pengolahannya tidak pernah dilakukan di Indonesia. Berpuluh tahun gunung dipotong-potong dan dikemas untuk dikirim ke luar Indonesia untuk pemrosesannya.
Kerajaan-kerajaan bisnis properti, real estate, media, periklanan dan masih banyak lagi terjungkir balik kocar-kacir dengan gebrakan dan terobosan Ahok. Perizinan yang dulunya semua 'bisa dibantu' menjadi 'kaku' mengikuti koridor yang benar. Tidak ada lagi penyerobotan lahan hijau atau ruang terbuka hijau atau ruang publik untuk kepentingan bisnis tertentu.
Para pemangku kepentingan kerajaan-kerajaan bisnis gerah dan sewot dari balik kenyamanan "istana-istana" mereka. Perizinan reklamasi dan 'todongan' Ahok untuk ruang terbuka hijau dan kontribusi daerah membuat para pelaku bisnis yang berkepentingan (pelaku bisnis dan aparat pemerintahan yang korup) terusik dan murka. Tangkapan demi tangkapan, KPK seperti panen raya.
Tapi apa daya, kekuatan-kekuatan baik yang terlihat atau tak terlihat bersatu padu dengan segala cara ingin mengembalikan 'kejayaan masa lalu' bisnis mereka, ingin mengembalikan pola-pola patronasi dan oligarki masa lalu. Sekali lagi, formula agama-etnis-komunis (hantu palu arit) dikobarkan hebat. Ormas-ormas, kelompok-kelompok radikal, intoleran dengan gegap gempita dan riang gembira bersatu dengan karena satu kepentingan. Bungkus agama terus digelontorkan, dikobarkan, sentimen etnis terus digeber, hantu palu arit dibangkitkan dengan segala cara, bahkan Kepala Negara juga sudah dikenakan 'jubah hantu palu arit', sektarianisme terus diusung.
Isu-isu dukungan "Sembilan Naga" untuk Ahok terus dihembuskan, opini-opini sentimen etnis terus digulirkan. Banyak sekali yang tidak sadar, justru sebaliknya, kebanyakan para pelaku kerajaan-kerajaan bisnis di Indonesia tidak suka dengan duet maut RI-1 dengan (mantan) DKI-1, karena mereka semua tak berkutik dengan pola lama mereka 'semua bisa dibantu' dan 'semua bisa diatur'.
Sekarang para pelaku bisnis etnis Tionghoa justru ketar-ketir karena gorengan isu solidaritas etnis untuk Ahok menjadi bumerang balik untuk mereka dengan meruncingnya gorengan isu kesenjangan sosial dan agama ini. Secara umum, dunia bisnis sangat kuatir dengan gorengan isu panas sektarian, kesenjangan sosial, yang lagi-lagi dikemas ciamik dalam bungkus agama.
Kegaduhan luar biasa saat ini sebenarnya adalah perlawanan hebat para koruptor dan oligarki secara terstruktur dan masif. Dan kemasan paling ampuh dan mujarab adalah agama, sentimen etnis dan hantu hantu palu arit.
Mari kita cerdas menyikapinya. Peran seluruh komponen bangsa sangat berperan signifikan. Mari ambil peran masing-masing untuk tetap tenang, berpikir jernih dan bersikap bijaksana. Bersikap netral dan objektif? Rasanya sangat naif jika seseorang bisa benar-benar bersikap netral dan objektif.
Mengambil sikap netral dan objektif pun sudah bukan suatu objetivitas. Objektivitas dan netralitas absolut adalah subjektivitas dan keberpihakan itu sendiri, karena itu tandanya kita semua masih manusia normal. (helmy/kompas)

Jumat, 12 Mei 2017

Mendagri 'Buru' Sang Orator Aksi Bela Ahok, Veronica

Mendagri Cahyo Kumolo (kanan), Veronica Koman Liau ketika melakukan orasi (kiri).
Jakarta, Suara LSM - Mendagri Tjahjo Kumolo kini tengah “memburu” Veronica Koman Liau lantaran orasi kerasnya saat berdemo menuntut pembebasan Basuki Tjahaja Purnama di depan Rutan Cipinang, Selasa (9/5) lalu yang dianggap kebablasan. 

Nama Veronica Koman Liau kini sedang menjadi perbincangan hangat publik. Mendagri mempermasalahkan perempuan kelahiran 14 Juni 1988 itu berorasi saat menyebut bahwa rezim Joko Widodo (Jokowi) lebih parah dari rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Video orasi Vero pun mendadak viral di media sosial hingga akhirnya membuat panas telinga pemerintah. 

Saking geramnya, Tjahjo sampai mengeluarkan beberapa pernyataan keras kepada Veronica. "Saya segera akan kirim surat kepada dia. Dalam waktu satu minggu harus mengklarifikasi apa maksud pernyataan terbukanya," pungkas Tjahjo, di Istana Negara pada Kamis (11/5). (Ferr.R/Yusup)

Rabu, 26 April 2017

Ratusan Karangan Bunga Ahok – Djarot Banjiri Balai Kota Jakarta

Nampak ratusan karangan bunga dari pendukung Ahok - Djarot
Jakarta, (Suara LSM) - Ratusan karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat banjiri Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (26/4/2017).

Nampak terlihat di ruang terbuka Balai Kota DKI Jakarta sudah tidak cukup lagi untuk menampung karangan bunga itu. Akhirnya, beberapa karangan bunga diletakan di sepanjang trotoar di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Karangan bunga itu sangat menarik perhatian warga, arus lalu lintas di depan Balai Kota menjadi tersendat karena pengendara memperlambat kendaraan untuk melihat karangan-karangan  bunga itu.

Tak hanya itu, sejumlah karangan bunga ada yang diletakan di sepanjang taman di Jalan Medan Merdeka Selatan. Para pejalan kaki yang melintas di trotoar juga menaruh perhatian pada ratusan karangan bunga itu. Sejumlah warga nampak asyik beselfie ria di depan karangan bunga itu.

Isi karangan bunga pun semakin beragam. Namun yang lebih mendominasi ungkapan kesedihan mereka karena pasangan Ahok dan Djarot gagal pada Pilkada DKI 2017.

"Pak Ahok mantan terindah. Jakarta membuang sebutir berlian. Dari kami yang kecewa Pak Ahok dizholimi".

"Pak Ahok dan Pak Djarot terima kasih. Hanya kalian di hati kami. Takan pernah tergantikan".
"To Pak Ahok dan Pak Djarot. Thank you for all the works you have done. We are so proud of you".
Kutipan-kutipan itu merupakan pesan dari sejumlah karangan bunga yang ada di Balai Kota. Selain karangan bunga, Balai Kota juga diramaikan ratusan warga pendukung Ahok dan Djarot. (FERRY. R/YUSUP) 

Rabu, 04 Mei 2016

Panglima TNI : Tanpa Jalan Tak Mungkin Ada Kesejahteraan

Prajurit TNI siaga di perbatasan.

Jakarta, Suara LSM online - Saya yakin, karena ini kecintaaan Presiden. Presiden menginginkan percepatan ekonomi dan Papua yang pertama adalah kesejahteran. Oleh karena itu, tanpa jalan tak mungkin ada kesejahteraan. Saya yakin setelah ekonomi merata, Papua akan aman dan Jayapura pun akan aman. Nanti masyarakatnya akan sibuk sendiri, jadi tidak ada ideologi Papua Merdeka, yang ada bagaimana keadilan dan kesejahteraan, karena tak mungkin kesejahteraan tanpa infrastruktur.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian, Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro, Danrem 174/Merauke Brigjen TNI Achmad Marzuki dan Dirziad Brigjen TNI Irwan saat meninjau jalan Trans Papua di Distrik Mamugu, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (28/4/2016).

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, kurang lebih 11 kilo lagi jalan ini bisa dilalui. Dipastikan, bulan Juni sudah kita tinggalkan karena pada bulan Agustus jalan ini akan dilalui oleh Presiden dari Pelabuhan Mamugu. Di Pelabuhan Mamugu bisa 250 ton kapal, kemudian bongkar muat disana, jadi bisa lewat tanpa hambatan sampai di Kenyam. Kalau sudah selesai ini, maka bisa seperlimanya harga disana. Seperti kita ketahui bahwa di Wamena harga semen satu sak bisa mencapai 1,2 juta, padahal harga semen di Jawa sekitar 80 ribuan. Semoga dengan jalan ini bisa dilalui, maka harga semen bisa sampai 250 ribu.

“Kita bekerja sambil mengamankan diri, keamanan tanggung jawab Pangdam. Jadi tidak ada satu jengkal tanah pun di Republik Indonesia ini tak aman. Saya katakan ke Presiden, Presiden mau kemana pun di Republik ini, harus bisa, kalau simpul-simpul ekonomi sudah ada di sekitar jalan ini, saya yakin masyarakat sendiri yang mengamankan, karena masyarakat sendiri yang merasakan nikmatnya terbuka dari isolasi ekonomi. Kenyam ini akan menjadi kota yang luar biasa”, tutur Panglima TNI.

“Semoga semuanya bisa lancar agar bulan Agustus Presiden bisa lewat sini, karena ini kepedulian Presiden kepada Papua luar biasa, beberapa kali beliau kesini, besok Presiden akan datang. Kita lihat bagaimana pesta sepak bola yang megah di Jayapura, makanya saya undang para Kepala Suku untuk nonton bareng di Kodim, cuma memang agak malam, agar di Jawa bisa nonton, jam 9 kick off,” pungkas Panglima TNI.

Seperti diketahui berdasarkan instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengerahkan jajarannya untuk membangun jalan dari Wamena menuju Mamugu, Papua. Jalan sepanjang 278,6 Km tersebut mulai dikerjakan sejak Januari 2016. Data dari Kodam XVII/Cenderawasih, jalan sepanjang 278,6 Km ini melewati daerah hutan, rawa dan sungai. Ruas jalan ini melalui 40 sungai, sebanyak 32 sungai belum ada jembatan dan 8 lainnya mempunyai jembatan sementara dari kayu. Selain pembangunan jalan, direncanakan akan turut dibangun dua dermaga di Mamugu dan Batas Batu yang nantinya kapal bisa masuk sampai 300 ton ke Mamugu dan di Batas Batu bisa masuk kapal sebesar 150 ton.

Desain konstruksi jalan yang akan dibuka direncanakan lebar total adalah 11 meter, badan jalan 6 meter, bahu jalan 3 meter  dan drainase 2 meter. Total kekuatan yang dikerahkan jajaran Zeni Angkatan Darat sejumlah 394 orang personel dengan komposisi POP-1 yang terdiri dari Denzipur-12 mengerjakan ruas jalan Wamena-Habema dan Habema-Mbua; POP-2 dari Yonzipur-18 mengerjakan ruas jalan Mbua-Mugi dan Mugi-Paro dan POP-3 dari Yonzikon-14 mengerjakan ruas jalan Paro-Kenyam dan Kenyam-Mamugu, dengan kekuatan tiap POP berjumlah 107 orang. Alat berat yang dibutuhkan untuk pembukaan jalan berjumlah 78 unit dan pengaspalan jalan berjumlah 60 unit.

Hingga akhir 2015 lalu dari rencana awal jalan Trans Papua yang akan dibangun sepanjang 4.325 km saat ini yang belum tersambung adalah 658 km, pada 2016 direncanakan dibuka sekitar 278 km dan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo pada 2018 seluruh ruas yang masih terputus sudah tersambung dan bisa difungsikan sehingga selatan Papua lebih hidup dan Tol Laut Lintas Selatan Indonesia dapat terwujud, karena saat ini warga terutama yang bermukim di pedalaman Papua tak punya akses jalan dan hanya mengandalkan transportasi angkutan udara yang tak semua kalangan bisa menjangkaunya. (sugih, Pen)

Selasa, 05 April 2016

BNN Amankan Jutaan Pil Ekstasi

Petugas BNN saat melakukan penangkapan.
Medan, Suara LSM Online - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebegan sebuah rumah, pada Jumat (1/4/2016) di Jl. Sempurna Komplek Residen Blok A8,  Kecamatan Helvetia, Medan, Sumatera Utara. Barang haram berupa jutaan butir Pil Ekstasi dan puluhan Kg Sabu sabu berhasil diamankan.

Petugas melakukan penggerebegan, setelah mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan, bahwa di Komplek BLK Kecamatan Medan Sunggal ada personil BNN melakukan penembakan terhadap mobil pelaku.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal selanjutnya Kanit Intel Sunggal bersama personil meluncur ke TKP Perumahan BLK.

Sesampai di TKP ada 1 (satu) orang perempuan berada di dalam 1 unit mobil sedan diamankan, kemudian Personil membubarkan masyarakat yg menghalangi penangkapan yang dilakukan oleh AKP Asep.

Setelah keluar dari kerumunan warga kemudian pelaku Acin alias Mirnawati (34) yang merupakan keturunan China, beralamat di Jln Sempurna Komplek City Residen No. A8 Kecamatan Helvetia Medan, dibawa ke lokasi pusat perbelanjaan  Lotte Mart di Jl Gatot Subroto. Kemudian dilakukan intrograsi kepada pelaku.

Menurut pengakuan AKP Asep, bahwa pelaku berawal melakukan transaksi Narkoba di lokasi Lotte Mart, kemudian dilakukan pengejaran dan pelaku melarikan diri, sehingga pelaku menyenggol seorang pengendara sepeda motor di depan Lotte Mart dan mengalami luka ringan.

Pada saat dikembangkan dan diketahui alamat rumah pelaku, kemudian AKP Asep meminta bantuan kepada personil Polsek Sunggal untuk cek rumah pelaku.

Setibanya AKP Asep bersama personel Polsek Sunggal di rumah pelaku, ternyata unit BNN Pusat sebagian sudah berada di lokasi dan dilakukan penggeledahan.

Pelaku mengaku dan membuka laci lemari tempat pelaku menyimpan Narkoba dan setelah dikeluarkan ditemukan berkisar jutaan butir Pil Ekstasi, puluhan Kg Sabu sabu, Pil Hapipet, HP dan Uang.

Selanjutnya setelah seluruhnya diamankan kemudian Pelaku dibawa ke kantor BNN berikut barang Bukti guna pengembangan. (helmi)

Polres Metro Jakarta Pusat Lakukan Pengamanan Sejumlah Unjuk Rasa

Unjuk rasa buruh di Jakarta.
Jakarta, Suara LSM Online – Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, disibukan oleh kegiatan pengamanan sejumlah unjuk rasa dan kegiatan masyarakat lainnya, pada Senin (4/4/2016) ini, Pasal berlangsung sejumlah unjuk rasa dan kegiatan pengerahan masa di sejumlah tempat di wilayah hukum Polres Jakarta Pusat, pada hari ini, diantaranya, unjuk rasa Konferderasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang terdiri dari unsur FSPMI, Aspek Indo, FSP PPMI, SPN, di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Unjuk rasa yang dipimpin oleh Baris Silitonga & Rohman ini, mengerahkan masa sebanyak 300 orang. Mereka menuntut pembebasan 26 aktivis buruh dan cabut PP No 78 Th 2015 tentang Pengupahan. Unjuk rasa dilaksanakan sekitar pkl 09.00 WIB.

Kemudian melakukan pengamanan unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi DKI Jakarta, oleh Gerakan Masyarakat Jakarta (FPI, FBB, GBI, FUI, Garis, Goib, Taruna Muslim), Pimp KH Fachrurozy & KH Endang. 

Para pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 500 - 750 orang itu, menutut pengusutan secara tuntas, dugaan kasus korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama. Unjuk rasa mulai dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB.

Kegiatan lainnya, melakukan pengamanan unjuk rasa di depan Istana Negara, oleh Relawan Garis Keras Jokowi, Pimpinan Irwan, yang berjumlah 40 orang. Pengunjuk rasa menuntut Presiden RI untuk memecat Teten Masduki karena dinilai rasis dan anti TNI/Polri. Unjuk rasa mulai dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB dengan titik kumpul Tugu Proklamasi.

Selanjutnya melakukan pengamanan pada unjuk rasa di Kantor Mahkamah Agung RI, oleh DPP Barisan Rakyat Anti Korupsi, yang dipimpin oleh Ungkap Marpaung & Bay Hakim, dengan mengerahkan masa berjumlah 100 orang.

Tuntutan pengunjuk rasa menolak eksistensi oknum hakim PN Jaksel yang dinilai berlaku arongan dan sewenang-wenang terhadap kasus pra peradilan Yayasan Wahidin, unjuk rasa dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB.

Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat juga melakukan pengamanan pada persidangan terdakwa aktivis buruh M Rusdi dkk, di PN Jakpus, dengan agenda penyampaian eksepsi dari JPU, sidang berlangsung pukul 10.00 WIB.

Melakukan pengamanan pada Ujian Nasional SMA, SMK, MA & Paket C di Wilayah Jakpus, yang mulai dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB. Kemudian kegiatan lainnya, yakni pameran PT Debindomulti Adhiswati, Pimpinan Dwi Karsono, pada pukul 10. WIB di Hall A Balai Sidang JCC.(helmi)

TNI Siap Bebaskan WNI Yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Pasuka Khas AU. (ilustrasi)
Jakarta, Suara LSM Online  - TNI ‎telah mempersiapkan pasukannya bila sewaktu-waktu diminta pemerintah untuk melakukan operasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf. 

Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus Letkol Inf Joko Tri Hadimantoyo mengaku, telah mempersiapkan personelnya jika sewaktu-waktu diminta untuk melakukan tugas operasi pembebasan.

Menurutnya, biasanya kalau pemerintah meminta adanya operasi pembebasan maka pasukan dari tiga matra selalu dilibatkan. "Kalau pemerintah yang minta, pasukan di tiga angkatan Paskhas, Denjaka, Kopassus selalu dilibatkan," ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama‎ Edi Sucipto mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada jalur diplomatik. 

"Yang jelas TNI khususnya TNI AL kalau diminta bantu, kami sudah siap. Kami ada masalah atau tidak TNI AL sudah menggelar patroli di wilayah yurisdiksi. Kami selalu siap mengamankan keamanan dan kedaulatan negara," tegasnya. 

Saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Termasuk apakah pasukan Denjaka yang akan diturunkan. 

"Kami serahkan kepada ahlinya, biar Panglima TNI yang menentukan karena beliau yang memiliki otoritas. Yang pasti beliau enggak akan salah pilih. Bagi kami, ada atau tidak peristiwa selalu melalukan operasi dalam rangka penegakkan kedaulatan," tukasnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak TNI telah menurunkan pasukan khusus yang tergabung dalam Gerak Pembebasan Sandra 10 orang WNI ABK Kapal Brahma-12 yang dilakukan kelompok Teroris Abu Sayyaf (MILF) Filiphina pada tanggal 29 maret 2016.
Berikut yang disiapkan pihak TNI: 
- Pesawat HERKY-32 jemput 20 Kopassus dipimpin Dansatgultor Kol inf Thevi Sebua.
- Pesawat A7304 sq 17 on board 80 pers gab Passus TNI
- 2 Pesawat CN stand by
- Satkowil Tarakan menyiapkan duk ops. Mess badan diklat kota Tarakan utk pasukan.
- Lanud Tarakan sbg marcelling area. Duk opsbang.
- Armatim menyiapkan 2 tim Paska (1 tim 6 orang) bergerak dgn cassa TNI AL dr Sby.

Persiapan yg dilakukan :
- PESAWAT:
1. Boeing sq 17 A 7304 utk pasukan dan Boeing intai AI 7302 (sdh stand by trk)
2. Pesawat CN 295 sq-2
3. Pesawat Herky-C130 Sq-32 menjemput 20 gultor dr RAI
4. Helly super puma Bko Kodam di Bko kan ke Ops pembebasan sandera TR dr kodam sdg dibuat.
5. Renc gelar UAV
6. Helly bell 412 HA 5172 Bko kodam ke Bko ops sandera
7.Cassa AL patmar
8. Helly bell on board KRI

- KRI
1. KRI SURABAYA (BITUNG-TRK)
2.KRI AHMAD YANI. BPP-TRK
3.KRI AJAK. RAH OPS TRK
4. KRI MANDAU. BITUNG
5.KRI BADAU . TRK
6. SEA RIDER. ON BOARD KRI

(sg/Berbagai sumber)