Sekilas Info :

Kamis, 22 Januari 2015

Aktivis Anti-Korupsi yang Ditembak Pernah Mengaku Siap Jadi Saksi Fuad Amin

Jakarta, Suara LSM - Kasus penembakan aktivis antikorupsi di Bangkalan, Mathur Husairi (47), oleh orang tidak dikenal diduga ada kaitannya dengan kasus korupsi Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) awal Desember 2014 lalu. Mathur yang merupakan Direktur LSM Crisis Islam of Democration (Cide), disebut sebagai salah satu saksi dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan Bupati Bangkalan dua periode itu.

"Dia sempat bilang sama saya bahwa akan dijadikan saksi dalam kasus korupsi Fuad Amin. Dia mengaku siap lahir batin," kata salah satu rekan korban, Mahmudi Ibnu Khotib, Rabu (21/1/2015).
Cara-cara kekerasan seperti itu kata Mahmudi, sudah biasa terjadi di Bangkalan dan menimpa aktivis LSM yang menyoroti kasus korupsi Bangkalan. "Saya sendiri pernah disabet senjata tajam di punggung dan lengan oleh orang tak dikenal," ujarnya.

Apapun motifnya, dia berharap polisi segera menangkap penembak Mathur Husairi. Karena menurut Mahmudi, cara-cara kekerasan tidak mencerminkan negara demokrasi. "Siapapun pelakunya harus diproses secara hukum," ucapnya.

Mathur Husairi ditembak saat hendak membuka pintu pagar rumahnya di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Selasa (20/1/2015) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, dia baru saja pulang dari Surabaya menggunakan Toyota Avanza abu-abu metalik M 307 HA. Belum jelas apa motif penembakan tersebut. 

Sementara itu, kondisi korban hingga Rabu (21/1/2015) siang terpantau berangsur membaik, meski masih menggunakan selang pernapasan. Baru tiga hari ke depan, korban bisa dipindahkan ke kamar perawatan.

Menanggapi kasus ini, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan, KPK turut berduka atas penembakan Mathur. KPK diakui Bambang memberikan perhatian khusus terhadap penembakan Mathur. "Kenapa jadi perhatian KPK? Karena Mathur Husairi pernah memberikan pengaduan ke KPK. Kami sangat prihatin," ujar Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Menurut Bambang, Mathur bahkan mengadukan suatu kasus korupsi di Jawa Timur yang kemudian terungkap oleh KPK. Bambang berharap, penembakan Mathur bukan karena posisinya sebagai aktivis anti-korupsi. (Tim)

0 komentar:

Posting Komentar