Sekilas Info :

Sabtu, 28 April 2012

Reposisi Indonesia Dalam Tatanan Dunia Baru

Pasuruan, (Suara LSM) - Dialog nasional bertema ‘Reposisi Indonesia Dalam Tata Dunia Baru’ oleh Fakultas Hukum Universitas Merdeka (FH Unmer) Pasuruan bersama Dewan Penyelamat (Depan) dan Harian Surabaya Pagi digelar Kamis, (22/3) lalu, di Aula Unmer Pasuruan.
Menurut ketua panitia acara, Wiwin Ariesta, sejumlah tokoh nasional yang  menjadi pembicara kali adalah Mayjen(Purn) Saurip Kadi,  Hatta Taliwang (Aktivis 74);  Justiani (Konsultan Ekonomi); Pong Hardjatmo (artis dan aktivis)  dalam bedah 3 Buku: 1. Republik Amburadul, 2. Indonesiaku Tergadai, 3. Perang-perangan melawan Korupsi beserta bintang tamu pengisi hiburan yakni family music (keluarga pelantun lagu Nyasaruddin) dan parodi 2cc, Colak - Colek (sisi baik- sisi buruk).
Dekan FH Unmer Ronny Winarno dalam sambutannya, memberikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa yang dinilai telah bersusah payah sehingga kegiatan ini dapat berlangsung. Ia mengatakan, dialog nasional ini menjadi penting untuk masyarakat luas, khususnya kepada seluruh mahasiswa Unmer karena materi seminar ini dapat menjadi kontruksi dasar sekaligus referensi untuk lebih memahami nilai-nilai kebangsaan yang saat ini kian memudar.
Ronny menegaskan terdapat empat pilar yang melatarbelakangi pemikiran FH Unmer dalam upayanya membangun  rasa nasionalisme yang dikemas dalam seminar nasional yakni Pancasila, UUD 1945, Kebhinekaan dan NKRI.  Rumusan derivasi keempat pilar tersebut nantinya diharapkan dapat mewujudkan sinergitas sosial, mulai dari pemerintah, masyarakat dan mahasiswa serta stake holder lain di negeri ini.
“Selain mahasiswa juga diundang siswa dan guru menengah lanjutan. Ini semua demi  meningkatkan kemampuan dan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai akademis berwawasan nasional dalam menghadapi era keterbukaan, modernisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat saat ini,” ujar Ronny.
Dan yang paling utama ditegaskan oleh Ronny, dalam kegiatan seminar nasional kali ini adalah bagaimana mahasiswa memberikan sikap dan pandangannya agar nilai-nilai Pancasila, kebangsaan dan keutuhan NKRI dapat tetap terjaga. (Hans Suta Wydhia)

0 komentar:

Posting Komentar