Sekilas Info :

Selasa, 18 September 2012

Hutang Indonesia Numpuk Rp 2.000 Triliun


* Setiap Orang Tanggung Beban Rp9 Juta

Ilustrasi
JAKARTA, (SUARA LSM) - Posisi utang Indonesia mulai mengkhawatirkan, dan saat ini sudah mencapai Rp2.000 triliun. Jika dibagi dengan jumlah rakyat Indonesia sebanyak 250 juta penduduk, itu artinya setiap jiwa menanggung utang sebesar Rp9 juta. Ironisnya lagi, hampir setiap tahun APBN selalu terkuras untuk membayar utang luar negeri.
Pada tahun 2013 saja, kata Koordinator Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan, APBN yang disusun pemerintah, sekitar 15 persennya diperuntukkan untuk membayar hutang sebesar Rp171, 7 triliun.
Meski setiap tahun kita membayar hutang, ternyata hutangnya tak pernah berkurang. Sebaliknya terus membengkak dan menjadi beban APBN.
Akibat besarnya porsi pembayaran utang dalam APBN itu telah menyandera kebijakan anggaran negara untuk diprioritaskan melayani kreditor asing dan para investor pemilik surat berharga negara. Bahkan banyak program yang ditujukan untuk mensejahterakan rakyat jadi terpangkas.
Padahal jika bunga hutang sebesar Rp171, 7 triliun itu digunakan untuk menyekolahkan setiap anak hingga bergelar sarjana maka akan tercipta sekitar 1.700 anak Indonesia yang jadi sarjana dengan berbagai disiplin ilmu.
Dani Setiawan mengatakan, rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) 2013 masih terkuras untuk pembayaran cicilan pokok dan bunga utang. Hal ini, akan berdampak langsung berkurangnya porsi anggaran untuk sektor yang lebih vital dan prioritas, terutama untuk kesejahteraan rakyat.
Dani memaparkan dalam RAPBN 2013 porsi pembayaran cicilan bunga dan pokok utang mencapai Rp171,7 triliun atau 15 persen terhadap belanja pemerintah pusat. Rinciannya untuk pembayaran bunga Rp113,24 triliun dan pokok utang luar negeri sebesar Rp 58,4 triliun. “Angka itu naik 2,4 persen dibanding tahun ini yang sebesar Rp167,5 triliun,” katanya seperti dikutip Rimanews.com.

Bocor 30 Persen
Dihubungi terpisah, mantan menteri keuangan Fuad Bawazier menilai, Indonesia saat ini sudah sangat tergantung dengan utang luar negeri tanpa bisa mandiri untuk menghidupi dirinya sendiri.
Anehnya lagi, APBN yang disusun oleh pemerintah setiap tahun selalu mengalami keobocoran hingga 30 persen lantaran dirampok oleh eksekutif dan legislatif. “Kita akan selalu berhutang lantaran pemerintahnya gagal menutupi kebocoran APBN hingga 30 persen yang dikorupsi para pejabat negara,” katanya.
Selama 40 tahun dan hingga saat ini, kata dia, Indonesia terus mengalami ketergantungan dengan luar negeri. Dampaknya, Pemerintah tidak mampu menyejahterakan rakyat dan utang terus menumpuk.
Bahkan APBN yang disusun oleh pemerintah sama sekali bukan untuk rakyat. Tapi APBN disusun untuk pejabat dan dirampok oleh maling-maling berdasi. “Kita terpaksa berhutang ke luar negeri lantaran APBN kita selalu bocor dan hal itu secara sengaja dilakukan oleh pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tanpa bisa mencegah kebocorannya. (net)

0 komentar:

Posting Komentar