Sekilas Info :

Selasa, 22 Januari 2013

Air Siraman Gong Sekati Jadi Rebutan


CIREBON, (SUARA LSM) - Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Kanoman Cirebon menggelar ritual Nyiram Gong Sekati, Minggu (20/1). Kegiatan rutin setiap tahun ini dipimpin Pangeran Patih Kesultanan Kanoman XII Cirebon, Pangeran Raja Muhammad Qodiran. Hadir juga keluarga besar, abdi dalem keraton, kerabat keraton, dan masyarakat.
Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina ST menjelaskan, prosesi dimulai dari perangkat gong yang dikeluarkan dari bangsal ukiran menuju langgar. Lalu dibawa menuju Siti Hinggil yang ditempatkan di Balai Mande Karesmanan.
“Satu per satu perangkat gong dicuci menggunakan air bercampur bunga tujuh rupa, minyak wangi, dan bahan-bahan lain yang secara khusus dipersiapkan. Lalu digosok dengan abu dan tumbukan batu bata merah menggunakan sabut kelapa,” katanya kepada Radar, Minggu (20/1).
Nyiram Gong Sekati merupakan serangkaian acara menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Banyak masyarakat dari luar Cirebon yang menyempatkan hadir untuk menyaksikan langsung kegiatan Nyiram Gong Sekati. Tak mau ketinggalan, seluruh masyarakat yang hadir pada acara Nyiram Gong Sekati, berebut air siraman. Mereka percaya, air siraman bisa menyembuhkan penyakit dan berkah.
“Setelah gong dicuci, air sisa siraman ini menjadi rebutan masyarakat. Umumnya masyarakat percaya, air sisaan Nyiram Gong Sekati ini bisa untuk menyehatkan tubuh dan membawa berkah,” ujarnya.
Hingga kini, Keraton Kanoman terus melestarikan tradisi ini. Ada beberapa pengertian tentang Gong atau Gamelan Sekati. Pertama, Sekati. Lalu menjadi Sekaten yang berasal dari kata Suka Hati. “Konon dulu orang menonton gamelan ini dengan suka hati atau mengucapkan kalimat thoyyibah, tidak karena paksaan,” ucapnya.
Sedangkan yang kedua, Sekaten. Adapula yang mengartikan Syahadatain. Dua versi ini satu sama lain saling mendukung. “Karena media gamelan berhasil mengislamkan masyarakat yang pada saat itu masih belum beragama Islam,” pungkasnya. (Suparman)

0 komentar:

Posting Komentar