Sekilas Info :

Sabtu, 24 Mei 2014

Pindah Dari kubu Demokrat Anies Baswedan dan Marasabessy Peroleh Program Baru

Anies Baswedan
Jakarta, Suara LSM Online - DEMOKRAT boleh saja bersikap non-blok. Tapi, rupanya, ada yang merasa tidak tahan dan memilih segera melabuhkan dukungan. Yang terang-terangan baru dua orang, yaitu Anies Baswedan dan Suaidi Marasabessy. Anies memang bukan kader partai lambang mercy. Tapi, setidaknya sedikit “berbau” Demokrat. Sebab, dia adalah mantan kandidat capres konvensi dipartai tersebut. Anies termasuk tokoh muda yang sangat digandrungi publik, sehingga kedatangannya ke Poros Jokowi, seperti memberi energi yang menyegarkan. Suaid Marassabesy beda lagi. Ini benar-benar kader Demokrat. Posisinya pun penting. Dia adalah anggota Dewan Kehormatan, yang juga pernah menjabat Sekretaris Komite di Konvensi Demokrat. Meski bukan tangan kanan SBY, tapi, bolehlah dia disebut sebagai bagian dari “jarinya SBY”. Sebab, posisi dia di Demokrat termasuk penting dan bisa diandaikan menangani pekerjaan kepartaian.  Kenapa pindah ke Poros Jokowi? “Sesuai hati nurani saya. Saya dukung Jokowi,” kata Suaidi, saat diwawancarai Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dia bersama Luhut Panjaitan akan bergabung dan membantu di tim pemenangan Jokowi. “Saya diajak Pak Luhut. Tapi, kalaupun tidak diajak, saya tetap ikut,” tegasnya. Suaidi mengaku sudah lama kenal Jokowi. Dia kagum dan kepincut dengan gaya kepemimpinan Jokowi yang akomodatif, partisipatif, rajin mengunjungi rakyat dan langsung melakukan eksekusi terhadap kebutuhan rakyat yang mendesak. “Bagusnya capres bukan dilihat dari visi misi. Itu bisa dibuat siapa saja. Yang paling penting adalah eksekusi, dan Jokowi melakukan itu,” imbuhnya. Suadi merasa tidak melanggar aturan partai. Sebab, sesuai hasil Rapimnas Demokrat, sikap partainya adalah nonblok tapi tidak golput. Ini artinya, “Saya menangkap, kader dibolehkah mendukung salah satu kandidat.” Apakah sudah lapor SBY?  Suaidi saat ini berada di Filipina. Dia janji menemui SBY, Ketua Umum Demokrat, setelah tiba di tanah air. “Saya akan minta izin,” ucapnya. Bagaimana kalau tidak diizinkan? Suaidi tidak mau berandai-andai. “Kita lihat saja nanti,” jawabnya.

Sementara Anies mengaku melabuhkan dukungan ke Jokowi, karena dia menilai ada suasana “kebaruan” di Poros Jokowi-JK. Dalam email yang dikirim ke Rakyat Merdeka,
Anies menceritakan, dia ditelpon Jokowi dan juga dihubungi oleh JK, diminta bergabung. “Saya mengiyakan undangan tersebut sebagai sebuah ikhtiar turun tangan ikut mendorong orang baik mengelola pemerintahan,” jelas Anies. Menurut Anies, Indonesia memerlukan penyegaran. Perlu cara pandang baru, semangat baru, pendekatan baru, cara kerja baru, dan bahkan orang baru. Kepemimpinan di pemerintahan perlu kebaruan. Unsur kebaruan ini diperlukan untuk membuat terobosan dan membongkar berbagai kemacetan dalam pengelolaan negara ini. Di mata Anies, duet Jokowi-JK bisa menghadirkan suasana pembaruan dalam pembangunan negeri ini. “Yang dibutuhkan negeri ini adalah suasana kebaruan. Wajah baru yang dapat mengubah perpolitikan Indonesia. Pak Jokowi adalah sosok baru. Walau berpasangan dengan tokoh senior, adalah kombinasi pasangan yang lebih berpotensi menghadirkan kebaruan dan terobosan,” jelasnya. Anies mengatakan, bergabung di Poros Jokowi sebagai pilihan pribadi.

Meskipun pernah ikut konvensi, namun Anies bukanlah kader Demokrat. Anies bilang, dia hanya warga negara biasa yang diundang mengikuti konvensi. “Pilihan masyarakat bisa sama atau beda dengan saya tapi kita harus mendasarinya pada ikhtiar untuk memenangkan Indonesia,” ucapnya. Koordinator relawan pendukung Anies, Herry Dharmawan menerima keputusan Anies dengan baik. “Pilihan Mas Anies adalah upaya mendorong orang baik. Tentu Relawan Turun Tangan juga memiliki hak untuk menetapkan pilihannya pada salah satu calon pasangan,” ujar Herry. Relawan Turun Tangan akan terus bergerak mengajak masyarakat ikut terlibat dalam proses politik. “Yang terpenting adalah menjaga persahabatan dengan mendorong dan berbuat terbaik bagi kepentingan bangsa,” jelas Herry. (RM/TIM)

0 komentar:

Posting Komentar